Matatelinga.com, Menteri Pendayagunaan Reformasi dan Birokrasi (Menpan RB) Yuddy Chrisnandi dikabarkan mengeluarkan surat yang meminta agar Konsulat Jenderal RI di Sydney memfasilitasi kunjungan koleganya, Wahyu Dewanto Suripman ke Australia.Terkait hal itu, pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai bila beredarnya surat resmi disertai kop Kemenpan RB bernomor B/1337/S.PANRB/03/2016 tertanggal 22 Maret 2016 itu benar adanya, maka membuat Presiden Joko Widodo semakin mudah untuk memilih siapa menterinya yang akan terkena reshuffle."Bila benar, maka tindakan Menteri Yuddy hanya mempermudah Jokowi memilih siapa menteri yang akan direshuffle," ujar Hendri Hendri menganggap apa yang dilakukan menteri yang berasal dari Partai Hanura itu sangat aneh bila surat itu benar ada.Pasalnya, tak hanya kali ini saja, sejumlah kebijakan dari Yuddy juga dianggap kontroversial dan hanya mencari pencitraan saja."Menteri yang aneh, harusnya dia bekerja maksimal agar tak dikeluarkan dari pemerintahan oleh Presiden Jokowi," tandas Hendri. Seperti dilansir dari laman okezone.comSebelumnya diberitakan, melalui surat resmi disertai kop Kemenpan RB bernomor B/1337/S.PANRB/03/2016 tertanggal 22 Maret 2016 dijelaskan bahwa kolega Menteri Yuddy, Wahyu Dewanto Suripman akan bertandang ke Australia bersama lima orang anggota keluarganya.Mereka meliputi Utari Ayundhani Tauchid, Prapti Painem, Clarissa Mutiara Dewanto (anak), Muhammad Sultan Adila (anak), dan Muhammad Emir Adila (anak).Dalam surat yang ditujukan kepada Sekjen Kementerian Luar Negeri tersebut, bahwa Konsulat Jenderal RI di Sydney diminta menyediakan sejumlah akomodasi dan transportasi selama kunjungan 24 Maret-2 April 2016.Surat ditanda tangani Sekretaris Kemenpan RB Dwi Wahyu Atmaji dan tembusannya kepada Menpan RB, Duta Besar untuk Australia di Canberra, serta Konsulat Jenderal (Konjen) di Sydney.(Fit)