Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Emrus Sihombing: Mengabdi dalam Politik tidak harus di Partai

Emrus Sihombing: Mengabdi dalam Politik tidak harus di Partai

Admin - Minggu, 10 April 2016 09:04 WIB
google
Matatelinga.com,  Fahri Hamzah tidak menjadi politikus "kutu loncat" setelah dipecat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), hal tersebut dihimbau Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing.

Sebab, apabila terdapat tawaran dari Partai Gerindra untuk menjadikannya kader dan tempat baru bagi karier politiknya, hal itu akan menggambarkan sosok Fahri Hamzah sebagai politikus yang pragmatis dan transaksional.

"Banyak orang yang pindah partai itu adalah kutu loncat dan siapapun yang melakukan itu menunjukkan bahwa dia orangnya transaksional dan pragmatis, karena politik itu perjuangan," kata Emrus seperti dilansir Okezone, Minggu (10/4/2016).

Oleh karenanya, kata Emrus, Fahri Hamzah disarankan membentuk organisasi sebagai wadah dalam meneruskan perjuangannya dalam mengabdi di bidang politik yang bertujuan mensejahterakan rakyat Indonesia.

"Mengabdi dalam politik itu tidak harus di partai. Katakanlah membentuk organisasi baru yang bertujuan menyejahterakan rakyat karena jika pindah partai, nantinya partai yang baru juga akan kena imbas dengan penilaian negatif publik," ungkap Emrus.

Emrus juga menyesalkan adanya aksi perlawanan Fahri yang melayangkan gugatan kepada PKS lantaran tidak terima atas pemecatan dirinya. Sebab, dalam konflik di partai politik mengajak pihak ketiga dalam konflik tersebut akan berdampak negatif.

"Kalau menurut saya aksi perlawanan itu menurunkan kredibilitas seorang Fahri Hamzah dan itu tidak baik. Apalagi mengajak pihak ketiga dalam urusan rumah tangga partai politik. Karena parpol itu seharusnya melakukan lobi-lobi internal apabila mempunyai masalah, mengajak pihak ketiga dalam masalah internal juga akan berdampak negatif," sebut Emrus.

(Mtc)


Tag:

Berita Terkait