Matatelinga.com, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly mengatakan, saat ini petugas sipir kewalahan untuk mengawasi narapidana di setiap Lembaga Permasyarakatan (Lapas) karena jumlahnya jauh dari ideal dibanding jumlah napi.Harusnya, kata dia, satu sipir idealnya hanya mengawasi 20 orang napi. Namun, kenyataannya setiap mereka harus menjaga 100 napi. Rata-rata lapas setiap bulannya mendapatkan 2.000 napi dan berbanding terbalik dengan ketersediaan petugas."Lihat kondisinya sekarang kalau satu orang petugas mengawasi 100 (napi), itu kebangetan. Ini di beberapa tempat satu petugas (mengawasi) 60 napi. Ini yang parah itu satu petugas (mengawasi) 100 napi. Jadi mereka untuk tengah malam hanya berdua saja. Ya kalau sekali ada kerusuhan sudah pasti enggak terkontrol," ujar Yasonna di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Minggu (24/4/2016).Atas hal itu diyakini Yasonna petugas menjadi kewalahan pada saat para napi melakukan kerusuhan di dalam lapas. Yasonna kini lagi mencari cara agar lapas yang sudah kelebihan muatan atau overload, harus harus rela napinya dipindahkan. Dilansir dari laman okezone.com"Ini kan sedang melakukan penggeseran (dipindahkan), dalam waktu dekat dan sekarang sudah ini ya kemarin saya meninjau ke Depok, ke Cikarang, saya melihat fasilitas yang ada, saya suruh geser, saya perintahkan suruh geser untuk mengurangi tekanan," katanya."Kita lihat di Salemba juga persoalan besar 3.500 napi di Salemba, bisa bayangin enggak kalau meledak itu. Nah, saya minta ini digeser perlahan-lahan ke daerah ini. Persoalannya memang kalau terlalu jauh memang tidak bisa keluar daratan, protes juga keluarga. Tetapi, ini enggak bisa lagi daripada rusak kita harus geser yang deket-deket sini Jabodetabek," tambahnya.Untuk lapas yang kelebihan muatan napinya, kata Yasonna akan dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur, Lapas Depok, dan juga Cikaran, sehingga tekanan di Lapas Tanjung Gusta, Cipinang bisa terkurangi."Jadi beberapa daerah seluruh Indonesia sudah saya minta geser itu," katanya.(Fit)