Matatelinga.com, Usai insiden di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banceuy, Bandung, Jawa Barat, Menkumham Yasonna H Laoly menilai adanya upaya sistematis dari para bandar narkoba untuk memengaruhi sipir. Terlebih lagi, kata dia, hingga kini belum ada upaya serius untuk merehabilitasi pengguna narkoba."Peristiwa Banceuy mengagetkan dan memprihatinkan kita. Overkapasitas, kekurangan petugas ditambah ada yang secara sistematis memengaruhi petugas, tidak ada rehabilitasi yang serius," ujar Yasonna di Lapas Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (27/4/2016).Saat ini di dalam lapas dan rumah tahanan (rutan) terdapat sekira 60 ribu pengguna narkoba yang butuh direhabilitasi. Sementara kemampuan di dalam lapas hanya mampu merehab sebanyak 5 ribu orang. Dilansir dari laman okezone.com"Ada 55 ribu yang masih kebergantungan di dalam. Pertarungan melawan narkoba harus komprehensif. Harus turunkan demand narkoba supaya suplai juga turun," imbuhnya.Dalam enam bulan ke depan, Yasonna menginstruksikan agar jajaran permasyarakatan untuk melakukan sesuatu sesuai SOP. Ia juga meminta agar para petugas permasyarakatan untuk menginstrospeksi diri."Komitmen saya yakin, enam bulan ke depan, saya mengajak lakukan secara SOP. Kita harus introspeksi banyak yang harus kita perbuat," sambungnya.Dia juga meminta agar para petugas permasyarakatan memiliki jiwa petarung terhadap bahaya narkoba."Saya pesan tetap semangat dan penuh dedikasi pantang menyerah walaupun di tengah-tengah kurangnya fasilitas. Saya yakin kalian mampu, diserba keterbatasan. Jadi petugas yang memiliki karakter pejuang kemanusian dimulai dari diri kita sendiri," tuturnya.(Fit)