Matatelinga.com, Memasuki kawasan Lanud Halim Perdanakusuma tanpa izin, lima warga negara asing (WNA) asal China ditangkap. Kini kelima WNA tersebut telah diamankan ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Jakarta Timur untuk dimintai keterangan.
Atas insiden itu, praktisi intelijen Fauka Nur Farid menyebut petugas keamanan harus betul-betul memeriksa identitas kelima WNA tersebut. Pasalnya di era globalisasi saat ini, rezim intelijen juga sudah berkembang sedemikian rupa.
"Jangan dilepas begitu saja. Mereka ditangkap di objek vital itu, lanud, harus dilindungi," ujar Fauka seperti dilansir okezone, Rabu (27/4/2016).
Saat ini perang yang lebih berbahaya ialah adu strategi dalam perang asimetris. Karena itu, mantan anggota Badan Intelijen Strategis (Bais) tersebut meminta agar instansi terkait harus melakukan screening tentang siapa sosok kelima pekerja asal China.
"Ini era perang asimetris, yang diserang ekonominya, ideologinya. Mereka harus di-screening. Benar tidak dia di China sebagai pekerja atau mata-mata," jelas mantan anggota Kopassus itu.
Seperti diketahui, Selasa 26 April 2016 sekira pukul 09.45 WIB otoritas Lanud Halim Perdanakusuma menangkap tujuh orang tak dikenal lantaran memasuki kawasan militer. Lima di antaranya merupakan WNA.
(Mtc)