Matatelinga.com, Wakil Ketua DPR RI Hanafi Rais menyatakan, bebasnya 10 anak buah kapal (ABK) asal Indonesia dari sanderaan kelompok Abu Sayyaf tak lepas dari proses diplomasi multijalur.Meskipun pemerintah memegang kendali utama, kata Hanafi, upaya pembebasan juga dilakukan oleh pihak nonpemerintah, mulai dari aktivis perdamaian, tokoh agama hingga perusahaan tempat ABK tersebut bekerja."Jadi apresiasi atas diplomasi multijalur yang diinisiasi semua pihak dan tentu berharap keempat sandera selamat dengan kondisi sehat," kata HanafiWakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu tak mempermasalahkan proses pembebasan yang memakan waktu hingga sebulan lebih. Di kasus penyanderaan lain, kata Hanafi, waktu yang dibutuhkan justru lebih lama. Seperti dilansir dari laman okezone.com"Dari kasus sandera lain paling cepat tiga bulan sehingga dalam kasus sandera itu saya kira yang harus difokuskan upaya pembebasan, bukan hanya mengejar kapan deadlinenya," sebutnya.Diketahui, 10 WNI tersebut sudah tiba di Jakarta kemarin malam, Minggu 1 Mei 2016. Mereka kemudian langsung dibawa ke RSPAD Gatot Subroto untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. (Fit)