Matatelinga.com, Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM), antara lain Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) dan Greenpeace Indonesia menyatakan penolakan terhadap perluasan industri pertambangan batu bara di Tanah Air."Perluasan (ekspansi) industri batu bara untuk kepentingan ekspor dan industri, telah membuat ketergantungan terhadap energi kotor semakin akut," kata Juru Bicara Eksekutif Nasional Walhi, Khalisah Khalid dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (10/5/2016).Menurut Khalisah, sumber energi bersih terbarukan sangat melimpah dan jauh lebih bisa diakses oleh rakyat.Ia mengingatkan, dengan semakin meningkat dan masifnya bencana ekologis, saat ini tidak dimiliki lagi waktu yang lebih lama, khususnya bagi pemerintah untuk segera memutuskan beralih dari energi kotor batu bara ke energi bersih dan terbarukan, demi generasi hari ini dan akan datang.Sementara, Koordinator Jatam Hendrik Siregar berpendapat, perubahan mendasar harus segera dilakukan, antara lain dengan mengganti kebijakan energi nasional (KEN) dan target ratio elektrifikasi yang berpondasi pada energi fosil.Kebijakan itu, ujar Hendrik Siregar, harus diganti sebagai bukti komitmen pemerintah terhadap perubahan iklim yang semakin lama semakin ekstrim, serta meninggalkan proyek yang hanya menguntungkan segelintir pihak."Energi terbarukan harus menjadi prioritas dan bisnis utama dalam mengejar target rasio elektrifikasi dan pertumbuhan ekonomi," ujarnya. Dilansir dari laman okezone.comSedangkan Kepala Greenpeace Indonesia, Longgena Ginting menambahkan, dengan ancaman mematikan perubahan iklim, mendesak pentingnya beralih dari penggunaan energi fosil yang kotor.Untuk itu, ujar Lorena Ginting, Pemerintah harus membuat target yang lebih ambisius dan membangun proses transisi yang adil untuk segera beralih menuju energi bersih terbarukan."Indonesia seharusnya tidak meniru model pembangunan Tiongkok dan India, dua negara yang saat ini harus menghadapi tingkat polusi udara yang sangat parah dan berbahaya bagi kesehatan rakyatnya karena ketergantungan dua negara tersebut yang sangat tinggi terhadap batubara," katanya.Karena itu, sudah saatnya Indonesia menghentikan ketergantungan yang sangat tinggi terhadap energi kotor batubara, dan segera beralih ke sumber energi terbarukan yang bersih dan berkelanjutan.(Fit)