Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Greepeace Indonesia Menolak Perluasan Industri Pertambangan Batu Bara
Pertambangan Indonesia

Greepeace Indonesia Menolak Perluasan Industri Pertambangan Batu Bara

Admin - Selasa, 10 Mei 2016 10:24 WIB
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM), antara lain Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) dan Greenpeace Indonesia menyatakan penolakan terhadap perluasan industri pertambangan batu bara di Tanah Air.

"Perluasan (ekspansi) industri batu bara untuk kepentingan ekspor dan industri, telah membuat ketergantungan terhadap energi kotor semakin akut," kata Juru Bicara Eksekutif Nasional Walhi, Khalisah Khalid dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (10/5/2016).

Menurut Khalisah, sumber energi bersih terbarukan sangat melimpah dan jauh lebih bisa diakses oleh rakyat.

Ia mengingatkan, dengan semakin meningkat dan masifnya bencana ekologis, saat ini tidak dimiliki lagi waktu yang lebih lama, khususnya bagi pemerintah untuk segera memutuskan beralih dari energi kotor batu bara ke energi bersih dan terbarukan, demi generasi hari ini dan akan datang.

Sementara, Koordinator Jatam Hendrik Siregar berpendapat, perubahan mendasar harus segera dilakukan, antara lain dengan mengganti kebijakan energi nasional (KEN) dan target ratio elektrifikasi yang berpondasi pada energi fosil.

Kebijakan itu, ujar Hendrik Siregar, harus diganti sebagai bukti komitmen pemerintah terhadap perubahan iklim yang semakin lama semakin ekstrim, serta meninggalkan proyek yang hanya menguntungkan segelintir pihak.

"Energi terbarukan harus menjadi prioritas dan bisnis utama dalam mengejar target rasio elektrifikasi dan pertumbuhan ekonomi," ujarnya. Dilansir dari laman okezone.com

Sedangkan Kepala Greenpeace Indonesia, Longgena Ginting menambahkan, dengan ancaman mematikan perubahan iklim, mendesak pentingnya beralih dari penggunaan energi fosil yang kotor.

Untuk itu, ujar Lorena Ginting, Pemerintah harus membuat target yang lebih ambisius dan membangun proses transisi yang adil untuk segera beralih menuju energi bersih terbarukan.

"Indonesia seharusnya tidak meniru model pembangunan Tiongkok dan India, dua negara yang saat ini harus menghadapi tingkat polusi udara yang sangat parah dan berbahaya bagi kesehatan rakyatnya karena ketergantungan dua negara tersebut yang sangat tinggi terhadap batubara," katanya.

Karena itu, sudah saatnya Indonesia menghentikan ketergantungan yang sangat tinggi terhadap energi kotor batubara, dan segera beralih ke sumber energi terbarukan yang bersih dan berkelanjutan.

(Fit)


Tag:

Berita Terkait

Nasional

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Nasional

Menaker: Program Magang Buka Peluang Kerja bagi Lulusan Baru

Nasional

Pabrik Triplek di Jalan Industri Tanjung Morawa Terbakar

Nasional

Pemerintahan Trump, Produk Otomotif Buatan China Dapat Mengancam Industri Kendaraan Listrik

Nasional

KADIN Dukung Langkah Mendagri Libatkan IPDN Tangani Bencana di Sumatera

Nasional

Industri Otomotif Memperluas Pakta Sumber Terbuka, Meningkatkan Pengembangan dan Memangkas Biaya