Matatelinga.com, Pemerintah didorong agar segera melakukan counter terhadap video yang berbau propaganda terorisme.Pengamat terorisme Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Zaki Mubarak mengatakan, kekuatan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) saat ini mulai melemah.Namun mereka membuat video untuk memompa semangat jihad dan mengajak masyarakat bergabung dengan kelompok radikal tersebut."Video itu ingin menunjukkan bahwa mereka masih survive, belum tamat meski belakangan diberitakan ISIS mulai melemah kekuatannya. Penyebaran video tersebut merupakan aksi cyber terorism yang sistematis dan karenanya pemerintah perlu segera melakukan counter," kata Zaki Dia melanjutkan, sosok Abu Faiz al Indunesy yang disebut sebagai pelatih ISIS dalam video propaganda ISIS bukan sosok yang penting. Menurutnya, ada dua warga negara Indonesia yang mempunyai peran penting. Seperti dilansir dari laman okezone.com"Yang berperan penting dalam menghubungkan ISIS di Suriah dengan gerakan radikal di Indonesia ada dua orang, yakni Bachrumsyah dan Abu Jandal alias Salim Mubarok at Tamami," ungkapnya.Bachrumsyah adalah aktor di balik deklarator pendukung ISIS pada 2014, sedangkan Abu Jandal mantan pendukung Jamaah Anshorut Tauhid JAT yang kemudian bergabung dengan ISIS.Abu Jandal sendiri bergabung dengan ISIS setelah berdiskusi dengan pentolan ISIS yang mendekam di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah."Jadi setelah sebelumnya berdiskusi panjang dengan Aman Abdurrahman Abu Jandal bergabung dengan ISIS. Dia sebelumnya pernah merilis video mengajak perang TNI dan Polri serta mengancam Panglima TNI. Saat bergabung dengan ISIS di Suriah, dia berhasil membangun jaringan yang luas dengan para aktifis lain dari negara-negara Arab," tukasnya.(Fit)