Matatelinga.com, KAL Tarihu yang tengah melaksanakan tugas dari Badan Keamanan Laut RepublikIndonesia (Bakamla RI) untuk berpatroli di perairan Selat Malaka, berhasilmenangkap kapal kayu yang memiliki 2 bendera (Thailand dan Malaysia), Rabu tengahmalam (18/5/2016).Selain melakukan kesalahan berbendera ganda,kapal kayu yang memiliki bobot 45 GT itu didapati sedang berlayar dengan tidakmenghidupkan lampu pada posisi 04 30 60 U / 098 17 50 T dengan laju kapal 9knot, Jarak antara KAL Tarihu dengan kapal yang mematikan lampu sekitar 2 nm,masih dapat dilihat dengan mata telanjang (tanpa alat bantu pandang), dan tanparagu serta dengan kesiap-siagaan penuh, Komandan KAL Tarihu Mayor Laut (P)Yudho MA. mengejar kapal tanpa lampu dan berhasil meng-intersept danmemerintahkan kepada Nakhoda untuk menyalakan lampu kapal, namun tidak jugadinyalakan.Selanjutnya dilakukan penghentian terhadap kapalyang telah diketahui bernama KM. Tuna, kemudian memerintahkan seluruh ABK untuk berkumpul di haluan, setelah itu Komandan KAL Tarihu memerintahkankepada Perwira Jaga untuk melakukan pemeriksaan terhadap kapal yang dihentikan.Dari pemeriksaan, diketahui bahwa nama kapal adalahKM. TUNA berbobot 45 GT yang dinakhodai Nasrul berkebangsaan Indonesia juga 7ABK berkebangsaan Indonesia, kapal tidak dilengkapi dokumen apapun, meskipuntanpa muatan, didapati bendera Thailand dan bendera Malaysia, serta sejumlahmata uang asing.Saat ini kapal KM. TUNA berbobot 45 GT digiringke Lanal Lhokseumawe untuk dilakukan pemeriksaan lanjut.(Mtc)