Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Gempa Di Sumatera Utara Berkekuatan 6,5 SR
Gempa

Gempa Di Sumatera Utara Berkekuatan 6,5 SR

Admin - Minggu, 05 Juni 2016 14:34 WIB
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, Gempa 6,5 skala richter (SR) yang terjadi di Sumatera Barat pada 2 Juni 2016 bukan hanya merusak 2.663 rumah. Aktivitas Gunung Kerinci juga meningkat. Bahkan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sudah mengeluarkan status waspada terhadap gunung tertinggi di Sumatera itu.Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi Tsunami Badan Meteorologi Klimotologi dan Geofisika (BMKG), Daryono menjelaskan, jika merujuk pada data pada pos pengamatan Gunung Kerinci PVMBG memang menunjukan adanya peningkatan aktivitas kegempaan, dan tremor yang terjadi menerus dengan amplitudo 0,5-2,0 mm.Hujan abu tipis juga dilaporkan terjadi, serta munculnya kepulan asap di sekitar gunung dengan ketinggian asap sekira 400 hingga 500 meter. Seiring dengan penetapan status waspada, maka masyarakat di sekitar Gunung Kerinci yang tingginya mencapai 3.805 meter dari permukaan lau (mpl) itu, diminta agar tidak mendekati kawah aktif dalam radius 3 kilometer.Dilansir dari laman okezone.com"Banyak pertanyaan dilontarkan oleh warga mengenai kemungkinan adanya kaitan antara gempabumi kuat yang baru saja terjadi dengan aktivitas erupsi Gunung Kerinci. Apakah ada hubungan antara aktivitas gempabumi kuat dengan meningkatnya aktivitas gunung api? Untuk menjawabnya, tentu kita harus memahami kondisi tektonik regional serta konsep hubungan stres-strain pascagempa bumi hingga terbentuknya tekanan di dapur magma," ujar Daryono kepada Okezone, Minggu (5/6/2016).Gunung Kerinci, lanjut Daryono, terletak di zona sesar Sumatera dan relatif dekat denga zona subduksi lempeng. Lantaran terletak di zona tektonik aktif, maka secara geologis, terbentukya Gunung Kerinci tidak lepas dari proses tektovulkanik di zona ini."Sehingga, kondisi fisiografi, seismisitas, dan vulkanisme setempat sangat dipengaruhi oleh aktivitas tumbukan Lempeng IndoAustralia dengan Lempeng Eurasia," imbuhnya.Kondisi ini menjadikan zona barat Sumatera sebagai salah satu kawasan dengan tingkat aktivitas kegempaan dan gunung api yang tinggi di Indonesia. Jika aktivitas gunung api sebagai bagian dari rangkaian aktivitas subduksi lempeng, maka meningkatya aktivitas Gunung Kerinci saat ini tidak lepas dari aktivitas seismik dan dinamika tektonik regional yang sedang aktif akhir-akhir ini."Jika mengamati peta sebaran gunung api, tampak bahwa seluruh jalur gunung api letaknya berdampingan dengan jalur gempa bumi. Pada banyak kasus erupsi gunung api di dunia menunjukkan bahwa pascagempa bumi kuat memang banyak terjadi erupsi gunung api," sambungnya.(Fit)


Tag:

Berita Terkait

Nasional

Gempa Bumi Menguncang Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara

Nasional

Gempa M 5,5 Terjadi di Maluku Tengah

Nasional

Belum Habis Ingatan Bencana Longsor Kini Terjadi Wilayah Titik Bener Meriah

Nasional

Gunung Semeru Meletuskan Sebanyak 38 kali

Nasional

Kota Yatat Bagian Alaska di Guncang Gempa

Nasional

Kalimantan Utara di Guncang Gempa