Matatelinga.com, Dalam tujuh catatan "Refleksi Demokrat", Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih lemah. Hal tersebut dapat dilihat dari persoalan besar pada APBN 2016 yahg jika tidak segera diatasi dapat terjadi gagal fiskal."Kita harus sadari bahwa kondisi ekonomi negara kita masih lemah. Ada persoalan besar di APBN 2016 harus segera diatasi atau kita bisa gagal fiskal. Secara makro devisit tidak sehat," ujarnya SBY dikediamannya di Puri Cikeas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jumat (10/6/2016).Dilansir dari laman okezone.comSelain itu, Presiden RI keenam tersebut juga mengatakan rasio utang negara selama kurun waktu dua tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan. Pemotongan anggaran sepanjang jumlah tepat dan bukan dalam dampak sektor kehidupan rakayat adalah alternatif yang bisa dilakukan pemerintah saat ini."Pemerintah harus bisa dan bijak dalam alokasi anggaran untuk kurangi kemiskinan dan infrastruktur. Infrastruktur penting. Itulah kenapa dulu juga ada peningkatan infrastruktur. Saya juga terima kasih beberapa infrastruktur yang dimulai zaman saya bisa diselesaikan satu setengah tahun ini," tambahnya.SBY pun berharap, agar pemerintah kedepannya dapat lebih terbuka dan transparan kepada rakyat dengan kondisi negara yang seperti ini dan harus serius dalam mengatasi permasalahan ini."Fraksi Partai Demokrat di DPR RI sudah sangat siap membantu pemerintah untuk mengatasi hal ini. Demokrat tidak ingin negara kita alami gagal fiskal," pungakasnya.(Fit)