Matatelinga.com, Kehadiran Bakamla
RI bukan untukmenyaingi Instansi-Instansi lain yang sudah ada, tetapi justru untukmensinergikan semuanya. Demikian dikatakan Kepala Bakamla RI Laksamana MadyaTNI Ari Sudewo, S.E., M.H., dalam diskusi panel pada acara Rapat KoordinasiNasional (Rakornas) Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (IllegalFishing) yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (29/6/2016).Dalam mengamankan wilayah perairan Indonesiayang sangat luas ini tidak mungkin dilakukan sendirian, jadi perlu sinergitasantar seluruh Instansi terkait di bidang pengamanan laut, agar benar-benar bisasaling bersinergi, saling mengingatkan. Dengan saling bersinergi, saya sekaranggengsi untuk berbuat salah, paparnya yang disambut dengan tepuk tangan paraundangan.Dengan wilayah geografis perairan Indonesiayang cukup strategis dan memiliki luas perairan 3.257.483 km2, 13.466 pulau dan garis pantaisepanjang 95.181 km, sudah tentu memiliki potensi kelautan yang cukup besaruntuk dikelola dan diamankan, lanjutnya.Ka Bakamla RI juga menyampaikan dalampaparannya mengenai program pilar poros maritim dunia yang terus dilaksanakanoleh Bakamla RI antara lain pilar pembangunan budaya maritim dan pilarpenjagaan dan pengelolaan sumber daya laut secara optimal untuk kepentinganrakyat.“Dalam pembangunan budaya maritim, salahsatu contohnya Bakamla RI telah mengikuti giat Sail (flet review) dan ForumGroup Discussion (FGD) Kamla dengan masyarakat dan instansi terkait. Dalampenjagaan dan pengelolaan sumber daya laut, Bakamla RI secara teraturmelaksanakan patroli terkoordinasi dengan stakeholder dan mengimplementasikanMoUCommon Guidelines untuk melindungi nelayan Indonesia dalam mencariikan di wilayah batas maritim yang belum terselesaikan”, ujarnya.Selain itu, dalam pilar ketiga yaitu kerjasama maritim melalui diplomasi, dijelaskan oleh Ka Bakamla RI bahwa Bakamla RItelah melakukan kerja sama dengan negara-negara kawasan, seperti HACGAM (Headof Asean Coast Guard Meeting), ARF (Asean Regional Forum), ADMM– PLUS (Asean Defence Minister Meeting), AMF (AseanMaritime Forum) dan MSDE (Maritime Security Desktop Exercise).Dalam konteks pilar keempat yaitu pembangunankekuatan pertahanan maritim, disampaikan bahwa Bakamla telah membangun 6 buahkapal patroli dengan ukuran 48 meter dan 16 Stasiun Pemantauan Keamanan danKeselamatan Laut (SPKKL) guna mendeteksi di jalur-jalur pelayaran strategisdalam kaitannya mendukung pembangunan kekuatan pertahanan maritim.Pada paparan tersebut, tidak lupa disampaikanperan Bakamla RI dalam penegakan hukum di bidang perikanan yang meliputi 4poin, antara lain menjadikan illegal fishing sebagai salahsatu target operasi dalam Operasi Bersama Bakamla, pertukaran informasi (PusatInformasi Maritim Bakamla-Satgas 115), menyiapkan Kapal Patroli & SistemDeteksi Bakamla dan BKO Personel ke Satgas 115.Turut hadir pada acara tersebut, MenteriKelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti yang sekaligus sebagai Dan Satgas 115,Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Jenderal TNI (Purn)Luhut Binsar Panjaitan, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P, Kapolriyang diwakili Waka Baharkam Irjen Pol Eko Hadi Sutoyo, serta undangan lainnya.
(Mtc)