Matatelinga.com, Semakin banyaknya penegak Hukum ditangkap Komisi pembarantasan Korupsi (KPK) melalui operasi tangkap tangann (OTT), sehingga Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshidiqe angkat bicara.Pengakuannya, dirinya telah bertemu dengan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Luhut Panjaitan membicarakan penanganan hukum di Indonesia.
Pertemuan itu menyusul membicarakan maraknya operasi tangkap tangan (OTT) yang menimpa sejumlah hakim dan panitera di lembaga peradilan. Jimly menekankan pentingnya perbaikan hukum secara sistemik, akunya disela sela acara open House dikediamannya Jalan Margasatwa, Jakarta Selatan, Kamis (7/7/2016).
Jimly mengaku prihatin dengan praktik korupsi yang menggerogoti sistem peradilan di Indonesia saat ini. Menurut dia, Presiden Joko Widodo harus turun tangan mengatasi permasalahan korupsi di meja hijau sekarang ini.
“Saya harap presiden ambil tanggung jawab, jangan biarkan ini. Kita perlu peranan sentuhan presiden,” imbuhnya seperti dilansir Okezone..
Menurutnya, langkah awal untuk mengatasi masalah ini, Mahakamah Agung (MA) harus membenahi internalnya. Namun begitu, tak hanya MA yang harus mengoreksi diri, tetapi juga semua institusi yang terkait dengan penegakan hukum, termasuk Komisi Yudisial (KY) sebagai lembaga pengawas.
“Kita bersedih, karena itu MA jangan berdiam diri, harus ada yang signifikan untuk atasi gejala internal ini. Tapi ini bukan hanya menyangkut MA, tapi semuanya,” tukasnya.(Mtc)