Matatelinga.com, Tim Antemortem Disaster Victim Investigation (DVI) Indonesia tengah mengumpulkan data dari keluarga korban warga negara Indonesia (WNI) saat kapal tenggelam di Johor, pada Sabtu 23 Juli 2016. Sementara, otoritas Malaysia berhasil menemukan delapan jenazah WNI dan dikabarkan 20 orang hilang. "Ini sesuai permintaan dari rekan-rekan DVI di Johor Baru, berdasarkan hasil temuan di TKP (tempat kejadian perkara), kamar jenazah dan informasi yang dikumpulkan dari korban yang selamat," kata Kepala DVI, Kombes Anton Castilani melalui pesan singkatnya, Senin (25/7/2016). Seperti dilansir dari laman okezone.comDari data DVI sendiri, saat ini ada 21 orang korban yang belum ditemukan. Sementara dari delapan jenazah, tujuh di antaranya sudah dilakukan proses autopsi untuk kepentingan identifikasi. "Dari 63 penumpang kapal, ditemukan 34 selamat, meninggal dunia delapan, dan sementara 21 belum ditemukan. Dari jenazah yang sudah diautopsi, dua orang berhasil diidentifikasi. Pagi ini satu jenazah tersisa dilanjutkan autopsi," ujarnya. Untuk antisipasi, DVI Polri telah menyiapkan tim kecil yang bisa diperbantukan di Johor Baru. Tim ini terdiri dari satu dokter forensik, satu DNA forensik, dan satu anggota Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Indentification System)(Fit)