Matatelinga.com, Turki di bawah pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan melakukan pembersihan terhadap orang-orang dan lembaga yang memiliki hubungan dengan Fethullah Gulen.Pemerintah Turki juga meminta Indonesia menutup sembilan sekolah Gulenist. Gulen sendiri adalah seorang ulama yang berbasis di Amerika Serikat dan dituduh Turki sebagai dalam kudeta gagal 15 Juli lalu. Anggota Komisi X DPR, Dadang Rusdiana mendukung langkah pemerintah yang menolak permintaan Erdogan. Menurutnya, segala urusan dalam negeri tak boleh dicampuri oleh negara lain. Dilansir dari laman okezone.com"Kita harus dukung apapun yang diputuskan oleh pemerintah Indonesia, ini menyangkut otoritas kita kewenangan kita," kata Dadang saat dihubungi, di Jakarta, Selasa (2/8/2016). Menurut Dadang, pemerintah harus terlebih dulu mempelajari benar atau tidak informasi yang diberikan oleh Pemerintah Turki. Jika pun ada yang terlibat, duganya, hal itu tak menyangkut institusi. "Adapun ada orang yang terlibat ya itu kan ditindaknya orang-perorang, enggak bisa institusional pendidikannya, jadi kita juga harus fair," kata dia. Politikus Partai Hanura itu pun berharap Turki tak melewati batas otoritas Indonesia. Negara punya mekanisme untuk menentukan sikapnya. "Ya itu enggak bisa dong, sudah memasuki otoritas negara lain, enggak bisa kemudian negara lain ikut campur," ujarnya. "Masalah penutupan lembaga pendidikan itu sepenuhnya kewenangan kita. Kalau ada orang yang terlibat, kita pun pada dasarnya tidak dukung sikap-sikap radikalisme, sikap-sikap urusan orang lain, kita pun menghargai," tegasnya.(Fit)