Matatelinga.com, KomisionerKomisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Maria Ulfah Anshor, hari ini, Kamis(4/8/2016) menyambangi kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum,dan Keamanan (Menko Polhukam).
Maria mengatakan, tujuan kedatangannya untuk melakukan rapatkoordinasi dengan Plt Deputi V Bidang Kamtibmas Kemenko Polhukam, Carlo Tewu,guna membahas perkembangan kasus 24 anak yang tewas di lubang tambang batubaraKalimantan Timur.
Dalam pertemuan tersebut rencananya akan dihadiri oleh, KPAI,Deputi V Polhukam, Kementerian terkait (ESDM dan Lingkungan Hidup), MabesPolri, Kejaksaan, Polda Kaltim dan Pemprov Kaltim.
"Pertama kami rapat koordinasi. Jadi saya kira, kita jugaharus meng-update soal data terakhir," kata Maria di Kemenko Polhukamjalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (4/8/2016). Dilansir dari lamanokezone.com
Sekadar diketahui, KPAI mencatat sejak 2010-2015, ada 24 anakyang tewas akibat terjatuh di dalam lubang bekas galian pertambangan batubaradi Kalimantan Timur, yang lokasinya berada di tengah permukiman masyarakat.
Selain itu, tidak ada pembatas antara pertambangan danpermukiman warga. Lalu lubang bekas galian tak diberikan tanda padahalkedalamannya itu mencapai ratusan meter.
(Fit)