Matatelinga.com, Untuk mengantisipasi adanya jamaah haji yang memiliki risiko tinggi terserang penyakit, pihak pemerintah akan memberikan penanda berupa gelang. Untuk jamaah yang memiliki risiko tinggi (risti), akan diberikan penanda berupa gelang berwarna merah. “Ada semacam antisipasi dari pemerintah bahwa jamaah-jamaah haji yang memiliki risti diberi gelang merah. Cuma yang berisiko tinggi tidak melihat umur. Mau umur lansia atau muda, namanya risti itu kan tidak melihat umur, ya diberi gelang merah,” ujar Kabag Humas Kemenag Rosidin kepada Okezone, Kamis 4 Agustus 2016 malam. Dilansir melalui laman okezone.comSementara itu, ia melanjutkan, bagi jamaah yang memiliki penyakit bawaan tidak tergolong risti, diberi tanda gelang berwarna kuning. Pemberian gelang tersebut untuk memudahkan para petugas untuk mengidentifikasi jamaah haji. “Itu gunanya untuk mempermudah mengidentifikasi bagi petugas kesehatan,” katanya.Safrudin menjelaskan, usia jamaah yang menjalankan tahun ini tidak jauh berbeda dibandingkan tahun lalu. Namun, ia mengatakan, tahun ini jumlah lansia yang mengikuti ibadah haji sedikit lebih banyak dibanding tahun lalu. “Tahun ini memang jumlah yang lanjut usia memang sedikit lebih banyak. Berapa persennya saya belum dapat informasi persisnya, termasuk yang risti (risiko tinggi),” katanya. Secara keseluruhan, ia mengungkapkan, ada sekira 155.200 jamaah haji reguler yang akan berangkat haji tahun ini. “Terbagi dua, ada jemah haji reguler ada yang khusus. Itu yang diselenggarkan oleh PIHK (penyelenggara ibadah haji khusus). Reguler diselenggarakan pemerintah,” ujarnya.(Fit)