Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Kumandang Alquran Para Kafilah Tunanetra, Pendengar tertegun

Kumandang Alquran Para Kafilah Tunanetra, Pendengar tertegun

Admin - Sabtu, 06 Agustus 2016 10:27 WIB
google
Matatelinga.com,  Dalam cabang yang bernama Tilawah Cacat Netra ini, para kafilah yang memiliki keterbatasan penglihatan diberi kesempatan untuk melantunkan tilawah Alquran di hadapan banyak penonton.Cabang yang bisa dibilang menarik disajikan pada perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional 2016 di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dengan menggunakan Alquran Braile,Sabtu (6/8/2016), para kafilah dengan merdu melantunkan ayat suci. Suara nyaring yang membuat hati dan bulukuduk berdesir diperagakan peserta, para penonton pun dibuat terhanyut dalam lantunan ayat-ayat Alquran.MTQ Cabang Tilawah Cacat Netra ini sendiri telah merampungkan tahapan final pada Jumat 5 Agustus 2016 lalu, dan rencananya, pengumuman pemenang akan dilakukan malam ini, di Lapangan Islamic Center, Mataram, NTB. Final sendiri diikuti enam kafilah dari penjuru negeri, dengan sembilan juri ahli yang menilai mereka dari berbagai aspek mulai dari fasahah, suara, tajwid hingga lagu tilawah.Para kafilah, diwajibkan membaca Alquran secara acak sesuai permintaan juri. Namun, dalam ketentuan lomba yang digelar di Gedung Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB itu, para peserta diminta membaca beberapa surat tertentu seperti Surat Addukhan, Lukman, Maryam dan Al-Anbiyaa. Berbeda dengan peserta tilawah cabang normal, dalam perhelatan ini, tiap peserta diberi waktu 10 menit, dimulai sejak peserta membaca taawudz.Cabang Tilawah Cacat Netra ini mendapat perhatian khusus dari banyak pengunjung. Mereka antusias mendengar merdunya ayat suci dari para kafilah yang memiliki keterbatasan itu. Tak jarang, para kafilah dijadikan sosok inspirasi, bagaimana seseorang tetap bisa mendekatkan diri kepada Sang Khalik meski di tengah keterbatasan fisik.Saat ayat suci Allah dikumandangkan, beberapa penonton, utamanya para ibu, terlihat beberapa kali menyeka air mata. Merdunya suara yang dihasilkan kafilah rupanya benar-benar masuk dalam sukma dan sanubari sebagai sesuatu yang indah untuk diresapi.(Mtc)


Tag:

Berita Terkait

Nasional

Atasi Kemiskinan, Sergai Lakukan Inovasi dan Lompatan Berbagai Program Efisien

Nasional

Kepala Bakamla RI Hadiri Pembahasan Tindak Lanjut Illegal Fishing Zona Timur

Nasional

Bupati Soekirman Ajak Peserta Tingkatkan Keterampilan Untuk Menambah Penghasilan Keluarga

Nasional

Bupati Soekirman Himbau ASN Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Nasional

Pengunjung dan Pasien RS Royal Prima Berhamburan Keluar

Nasional

Dibanderol, Harga Emas Naik Rp599 Ribu/Gram