Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Kabut Asap Mulai Ganggu Jarak Pandang Di Riau

Kabut Asap Mulai Ganggu Jarak Pandang Di Riau

Admin - Minggu, 28 Agustus 2016 12:48 WIB
Google
Ilustrasi
Matatelinga.com, Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mengungkapkan bahwa jarak pandang mulai mengalami penurunan dalam dua hari terakhir akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. "Dumai dan Pekanbaru mulai terganggu jarak pandangnya, terutama di pagi hari karena tertutup kabut asap," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Provinsi Riau, Slamet Riyadi, Minggu.Ia menjelaskan, hari ini jarak pandang pukul 07.00 WIB terpantau di Kota Dumai hanya sekilometer (km), di Kota Pekanbaru 2,1 km, Rengat di Kabupaten Indragiri Hulu sejauh 5 km dan Pangkalan Kerinci di Kabupaten Pelalawan mencapai 6 km. Padahal, menurut dia, sehari pada Sabtu kemarin (27/8) di Kota Dumai jarak pandang hanya 1,5 km, kemudian di Kota Pekanbaru 2,5 km dan Pangkalan Kerinci 7 km. "Bila kondisi cuaca normal, maka jarak pandang pada berbagai wilayah di Riau, terutama pukul 07.00 bisa lebih dari 5 km, seperti Jumat (26/8) rata-rata 6 km," ucapnya. Minggu (28/8/2016)Slamet mengatakan, kondisi jarak pandang sempat turun tersebut lazimnya setelah waktu jelang tengah hari atau menunjukan jam 12.00 WIB, maka kabut asap mulai menipis dan hilang. "Ini terjadi karena bercampurnya partikel-partikel air yang sangat kecil, terutama terjadi di waktu dini hari atau kita sebut embun, dengan asap diduga dari karhutla pada waktu malam hari," katanya menambahkan. Sementara itu, satu unit Pesawat Pelita Air Service rute Jakarta-Dumai terpaksa dialihkan penerbangannya (divert) karena kabut asap karhutla karena terbatas jarak pandang di Bandara Pinang Kampai, Dumai, Minggu.Pesawat jenis ATR 72-500 tersebut akhirnya melakukan pendaratan sementara di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Pekanbaru. "Pelita Air divert ke Pekanbaru, karena tidak bisa mendarat di Dumai karena asap," kata Airport Duty Officer Bandara Internasional SSK II, Bambang Setiawan. Ia menambahkan pesawat Pelita Air Service tersebut mendarat di bandara Pekanbaru sekitar pukul 09.30 WIB.(Fit/Ant)


Tag:

Berita Terkait

Nasional

Kabut Tipis Melingkari Kaki Gunung Rinjani, Mata Warga Tertuju Pergunugan Itu

Nasional

Kecelakaan Fatal, Pilot Mencoba Mendarat di Bandara San Diego, Apa Penyebabnya...?

Nasional

Rantauprapat Pagi Tadi Diduga Berkabut Asap, Ini Tanggapan Prakirawan BBMKG Wilayah 1 Medan

Nasional

Geger Penumpang Batik Air Jakarta Medan Ketakutan Lihat Asap di Kabin Pesawat

Nasional

Waduh, 6 Tahanan Polres Toba Dikabarkan Melarikan Diri

Nasional

Kabut Asap Bekurang, Kualitas Udara di Medan Mulai Membaik