Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Jamaah Haji Yang Alami Hilang Ingatan Tidak Berangkat Ke Padang Arafah
Jamaah Haji

Jamaah Haji Yang Alami Hilang Ingatan Tidak Berangkat Ke Padang Arafah

Admin - Jumat, 09 September 2016 21:18 WIB
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, Para jamaah haji yang mengalami gangguan psikologis parah serta hilang ingatan, meski secara fisik sehat, tidak akan diberangkatkan ke Padang Arafah untuk menunaikan ibadah haji. Sebagai gantinya, mereka akan difasilitasi badal haji.Kebijakan serupa juga akan diberlakukan kepada para jamaah haji yang dirawat di instalasi gawat darurat dan kondisinya tidak memungkinkan dibawa ke Arafah untuk wukuf serta para jamaah haji yang wafat. Hingga hari ini tercatat 82 jamaah calon haji asal Indonesia meninggal dunia di Tanah Suci.“Selain jamaah wafat, juga jamaah yang sedang dirawat di rumah sakit yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap alat bantu kesehatan seperti di intensive care unit (ICU) dan high care unit (HCU) serta mereka yang secara fisik sehat tapi secara kejiwaan mereka hilang ingatan. Mereka ini yang nanti dibadalhajikan,” ujar Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Muhajirin Yanis, di Kantor Daker Makkah, Jumat (9/9/2019).Tahun lalu sebanyak 225 jamaah dibadalhajikan. Pelaksana badal haji adalah petugas yang ditunjuk panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) Arab Saudi setelah melalui tahapan seleksi dan penguatan manasik haji. Syarat para petugas badal ini di antaranya sudah pernah berhaji.Dalam kaitan ini, jamaah dan keluarga jamaah yang dibadalhajikan baik karena sakit kronis maupun wafat, tidak akan dibebani biaya apa pun. Seluruh ongkos badal haji ditanggung pemerintah dan diambilkan dari komponen biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). “Badal haji yang dilakukan ini menjadi tanggung jawab kita. Satu petugas hanya membadalkan satu orang. Biaya yang diberikan kepada pembadal 1.765 riyal, dipotong pajak. Mereka menerima 1.500 riyal,” ulasnya.Terkait jumlah jamaah yang akan dibadalhajikan tahun ini, Muhajirin belum bisa memastikan jumlahnya lantaran masih menunggu perkembangan data terbaru karena kondisi masih dinamis. Kepastian baru bisa didapat pada H-1 wukuf atau Sabtu 10 September.“Kami juga masih menunggu laporan data dari tim medis kesehatan terkait jamaah yang harus dibadalhajikan yang sedang dirawat di KKHI dan RSAS. Tentu ini terus berkembang. Kita terus membuka ruang bagi badal haji. Kita tidak hanya menetapkan sejumlah yang wafat dan sakit saat ini, tapi kemungkinan bertambah tetap kita lakukan (antisipasi). Semoga tidak bertambah, jamaah kita sehat dan kembali ke Tanah Air,” harapnya.Nantinya usai dilakukan badal haji, PPIH Arab Saudi akan menerbitkan sertifikat untuk kemudian diserahkan ke keluarga jamaah haji yang wafat atau sakit parah sehingga harus dibadalhajikan.“Salah satu cara untuk membuat keluarga yakin bahwa anggota keluarganya telah dibadalhajikan, kita akan membuat sertifikat yang ditandatangani Pak Dirjen (PHU Abdul Djamil). Saat kembali ke Tanah Air, petugas kita dari wilayah akan menyerahkan kepada keluarga, ini sebagai salah satu bentuk tanggung jawab kita dan bukti bahwa kita telah membadalkan,” ucapnya.Selain memfasilitasi badal haji, PPIH Arab Saudi juga melakukan safari wukuf bagi jamaah haji yang sakit tapi masih bisa dibawa ke Padang Arafah untuk melakukan wukuf. Sampai hari ini, ujar Muhajirin Yanis, sudah ada 89 jamaah haji yang kemungkinan akan disafariwukufkan. Jumlah ini diyakini masih akan bertambah lantaran data dari tiga sektor pemondokan jamaah haji masih belum masuk.Namun yang jelas, PPIH Arab Saudi sudah menyiapkan kendaraan berupa 10 bus dan ambulans untuk memfasilitasi jamaah safari wukuf. “Insya Allah masih sejumlah kapasitas yang kita siapkan. Di bus safari wukuf, nanti kita siapkan tenaga minimal dua orang dalam satu bus, yang akan mendampingi proses pelaksanaan safari wukuf,” tegasnya.Adapun mengenai penetapan jamaah yang akan safari wukuf akan ditentukan berdasarkan rekomendasi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). (Fit/Okz)


Tag:

Berita Terkait

Nasional

Atasi Kemiskinan, Sergai Lakukan Inovasi dan Lompatan Berbagai Program Efisien

Nasional

Kepala Bakamla RI Hadiri Pembahasan Tindak Lanjut Illegal Fishing Zona Timur

Nasional

Bupati Soekirman Ajak Peserta Tingkatkan Keterampilan Untuk Menambah Penghasilan Keluarga

Nasional

Bupati Soekirman Himbau ASN Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Nasional

Pengunjung dan Pasien RS Royal Prima Berhamburan Keluar

Nasional

Ratusan Pengunjung Perbelanjaan dan Mall di Kota Medan Terbirit Birit