Matatelinga.com - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte menyebut kelompok Abu Sayyaf bercita-cita mendirikan pemerintahan khilafah di Asia Tenggara. Alhasil, kelompok militan asal Negeri Pinoy itu ingin menjadikan Indonesia sebagai salah satu wilayah yang juga bernaung dibawah otoritas tersebut."Itukan ambisi dia, sama aja dengan MNLF (Moro National Liberation Front) juga sama," ujar mantan Dirjen Strategi Pertahanan (Strahan), Mayjen (Purn) TNI Sudrajat saat berbincang dengan Okezone seputar isu tersebut, Sabtu (24/9/2016).Sudrajat menambahkan, sebagai gerakan perlawanan yang mengusung nama islam, pemerintahan khilafah merupakan sebuah cita-cita. Sementara Abu Sayyaf, berupaya memulai dari Filipina Selatan dan menyebar ke seluruh Negeri Pinoy hingga akhirnya merembet ke negara lain di Asia Tenggara."Jadi semua gerakan-gerakan insurgensi yang berbau islam, memang dia ingin membangun negara syariah dan tentu cita-citanya kan (dari) Selatan Filipina kan. Dari Filipina dulu terus Indonesia. Itu suatu ideologi besar biasa itu, sudah pasti," imbuhnya.Namun, mantan Duta Besar Indonesia untuk China itu meragukan jika Abu Sayyaf menempatkan mata-mata di Indonesia. Meski demikian, Sudrajat tidak menutup kemungkinan jika mereka memiliki rekan serta jaringan yang seideologi di tanah air."Dia tidak menempatkan orang (mata-mata) tapi punya teman, jaringan. Tapi kalau mata-mata, intelijen duitnya darimana? Tetapi kalau mungkin sama-sama (teman) satu pikiran," imbuhnya.Di Indonesia misalnya, Sudrajat menyebut sempat muncul gerakan serupa. Di periode lampau, muncul DI/TII yang menginginkan Indonesia menganut pemerintahan islam."Taruhlah kalau di Indonesia dulu ada elemen-elemen DI/TII, ada elemen negara islam di Indonesia mereka kan klaim satu sama lain ikhwan. Itu relasi sosial tetapi punya nilai politik. Ya kecil kemungkinan punya spy disini," tandasnya. (Fit/Okz)