Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
BMKG Nyatakan Hujan Lebat Dan Kilat Atau Petir pada Masa Pancaroba
BMKG

BMKG Nyatakan Hujan Lebat Dan Kilat Atau Petir pada Masa Pancaroba

Admin - Minggu, 25 September 2016 22:03 WIB
google
Ilustrasi
Matatelinga.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan hujan lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang lebih banyak terjadi pada masa transisi atau pancaroba musim."Biasanya terjadi pada masa pancaroba baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya," kata Humas BMKG Hary T Djatmiko di Jakarta, Minggu (25/9/2016)Hary Djatmiko menjelaskan, indikasi terjadinya hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat diketahui antara lain satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.Udara terasa panas dan gerah diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00 LT lebih besar 4,5 derajat Celcius disertai dengan kelembaban yang cukup tinggi lebih dari 60 persen.Selain itu, mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis-lapis), diantara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol.Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu atau hitam yang dikenal dengan awan Cb (Cumulonimbus).Pepohonan disekitar tempat warga berdiri ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat. Terasa ada sentuhan udara dingin disekitar tempat kita berdiri."Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba-tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita," katanya.Jika selama tiga hari berturut-turut tidak ada hujan pada musim transisi/pancaroba/penghujan, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak.Angin kencang seperti yang terjadi dan merubuhkan jembatan penyeberangan orang (JPO) di Pasar Minggu pada Sabtu (24/9) mempunyai sifaf-sifat sangat lokal dengan luasannya berkisar 5-10 km serta waktu terjadinya singkat sekitar kurang dari 10 menit.Angin kencang tersebut juga lebih sering terjadi pada siang atau sore hari, dan terkadang menjelang malam hari, bergerak secara garis lurus dan tidak bisa diramalkan secara spesifik, hanya bisa diprediksi 0.5 -1 jam sebelum kejadian jika melihat atau merasakan tanda- tandanya dengan tingkat keakuratan kurang dari 50 persen."Tapi kemungkinannya kecik untuk terjadi kembali di tempat yang sama," tambah dia. (Fit/Okz)


Tag:

Berita Terkait

Nasional

Hujan Deras dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Blokir Jalan di Depan Kantor Walikota Medan

Nasional

BMKG: Mayoritas Kota Besar di Indonesia Berpotensi Diguyur Hujan

Nasional

BBMKG Wilayah I Sumut : Sepekan Kedepan Hujan Masih Berpotensi Tejadi

Nasional

Bupati Indramayu Lucky Hakim : Antisipasi El Nino, Kementan Gencarkan Program Pompanisasi di Lumbung Pangan

Nasional

Musim Penghujan, Polres Simalungun Imbau Pengendara Tingkatkan Kewaspadaan Demi Keselamatan

Nasional

Suhu Udara di Jakarta Barat Diramal Berkisar 24-31 Derajat Celsius