Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Lima Tokoh Laskar Solo Ditangkap Polisi, Dengan Sweeping Anarkis

Lima Tokoh Laskar Solo Ditangkap Polisi, Dengan Sweeping Anarkis

Admin - Selasa, 20 Desember 2016 10:07 WIB
google
Matatelinga.com - Empat tokoh laskar keislaman dan seorang pengacara di Solo diamankan Polda Jawa Tengah. Penangkapan kelima orang itu terkait aksi sweeping disertai kekerasan yang dilakukan sekelompok orang terhadap sebuah rumah makan di Solo. Dalam sweeping tersebut dilaporkan beberapa pengunjung rumah makan mengalami tindak kekerasan dan sejumlah barang rusak.EL (warga Gandu Rt 01 Rw 02, Sawahan, Ngemplak Boyolali, yang merupakan ketua sebuah gabungan laskar-laskar di Solo), ES (pengajar pesantren yang juga juru bicara gabungan laskar tersebut), S alias YS dan S alias SA (unsur pimpinan gabungan laskar) dan JS (seorang pengacara).Adapun barang-barang yang diamankan polisi sebagai barang bukti adalah sebuah mobil Avanza warna silver, rekaman cctv, jaket yang dipakai saat aksi, dan lima buah handphone."Ya, mereka ditangkap tadi malam hingga dinihari tadi. Terkait aksi kekerasan itu. Semua ditangani oleh Polda Jawa Tengah. Langsung tanya ke Polda saja terkait penanganannya," ujar Kapolresta Surakarta Kombes (Pol) Ahmad Luthfi, seperti dilansir Detik, Selasa (20/12/2016).Seperti diketahui, pada Minggu (18/12) dinihari, sekelompok massa melakukan aksi sweeping disertai dengan perusakan di Restoran Social Kitchen, Solo. Puluhan orang itu datang mengendarai motor dan langsung masuk dan berlanjut melakukan perusakan barang dan memukuli sejumlah pengunjung restoran. Beberapa pengunjung sempat dibawa ke rumah sakit.Sebelumnya, juru bicara Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Endro Sudarsono juga mengakui berada di lokasi pada saat kejadian. Namun, dia membantah terlibat perusakan barang dan penganiayaan. Dia hanya mengakui datang bersama 8 orang dari LUIS dengan mengendarai satu mobil.Dia mengaku datang untuk memberikan surat permintaan audensi dengan manajemen restoran. Hal itu dikarenakan restoran tersebut menjual minuman keras dan melanggar jam buka restoran yang telah ditentukan."Ketika kami sedang berada, puluhan orang tak dikenal mengenakan jubah dan helm tertutup tiba-tiba masuk ke dalam restoran melakukan perusakan dan pemukulan. Kami lalu keluar dari restoran. Kami tidak tahu siapa mereka itu karena mukanya tertutup," ujar Endro saat itu. (Mtc)


Tag:

Berita Terkait

Nasional

Kenapa Penghuni Lapas Bisa Buka Jaringan Peredaran Narkoba....?

Nasional

Rupiah masih berada di level Rp13.293 per USD

Nasional

Sidang Penista Agama, Kembali di gelar

Nasional

Kodam I/BB Rayakan Natal Oikumene

Nasional

Kunjungan Kerja Presiden Jokowi ke Jawa Tengah

Nasional

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat