MATATELINGA, Jakarta: Pimpinan Fraksi PPP meyikapi persoalan terkait dengan kebijakan Pemerintah mengenai kenaikan Tarif dasar Listrik yang dinilai belum tepat." kami Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) akan berupaya untuk menyampaikan kepada pemerintah agar penyesuaian tarif dasar listrik oleh pemerintah tidak dilakukan pada saat ini," hal tersebut dikatan oleh ketua Fraksi PPP , Dr. Hj. Reni marlinawati bersama anggota lainnya saat acara silaturrahmi dan buka Puasa bersama wartawan di media center Komplek parlemen,Senayan,Jakarta,Rabu (7/6/2017).Tampak hadir dalam acara tersebut diantara, Amir Uskara , Irgan Chairul Mahfiz, Iskandar D Syaichu, Hj. Ermalena dan beberapa anggota PPP lainnya.Fraksi PPP meminta kepada pemerintah perlunya pertimbangan kembali, mengingat kondisi ekonomi mayarakat yang masih belum stabil.Bisa dibayangkan golongan konsumen 900 VA yang dipakai oleh masyarakat dengan tingkat ekonomi lemah ,naik sebesar 143 % dari Rp. 605/Kwh menjadi 1352/Kwh.oleh karena itu,Fraksi PPP berharap pemerintah agar mempertimbangkan kembali kebijakan kenaikan tarif dasar listrik dengan melakukan penekanan kebocoran transmisi guna meningkatkan efisiensi penyaluran daya listrik, dalam jangka pendek pemerintah perlu melakukan renegosiasi harga pembelian bahan bakar untuk mendapatkan potongan harga sehingga dapat melakukan penghematan, sementara dalam jangka panjang pemerintah harus bisa mengurangi porsi BBM dan meningkatkan porsi energi terbarukan. (Mtc/Aam)