MATATELINGA, Jakarta: Ketua Fraksi PPP MPR RI, Arwani Thomafi menyatakan, kebijakan memaksakan perubahan jam belajar siswa sekolah akan memunculkan kegaduhan baru. Mendiknas harus mengurungkan kebijakan tersebut."Kebutuhan untuk mereformasi dunia pendidikan kita saat ini bukan merubah jam belajar siswa," kata Arwani Melalui siaran persnya, Minggu (11/6/2017).Tapi, pemerintah harus memastikan semua anak bangsa ini bisa mengenyam pendidikan di sekolah, memastikan kesejahteraan guru terjamin, memastikan sarana dan prasarana sekolah tersedia dengan kualitas memadai dan yang lainnya."Kebijakan perubahan jam sekolah itu dirasa jauh dari rasa keadilan, tidak memahami kearifan lokal serta tidak menghargai sejarah keberadaan lembaga pendidikan di masyarakat yang sudah berkembang dan berlangsung jauh sebelum kemerdekaan," kata Arwani.Anggota DPR Dapil Jawa Tengah III ini menilai, sistem dan proses belajar mengajar yang sekarang ini sudah berjalan dengan baik. Penerapan jam pelajaran di luar sekolah melalui kursus, pengajian, madrasah dan sebagainya sudah berjalan dengan baik.Jika kebijakan 5 hari sekolah dengan menambah durasi diruang kelas ini diterapkan maka, kata Arwani, akan mematikan lembaga pendidikan seperti madrasah dan lainnya.Madrasah misalnya, sudah terbukti selama ini menjadi pusat pembentukan karakter anak. Tidak hanya pengajaran nilai-nilai agama semata tetapi juga pengamalannya. Bahkan lembaga pendidikan ini menjadi benteng pertahanan Pancasila dan NKRI. "Jika kebijakan ini dipaksakan maka sama saja menganggap semua itu ahistoris.(Mtc/Aam/Rel)