MATATELINGA, Aceh: Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) meninggal dunia. Hingga kini jasadnya masih tertahan di Malaysia. Ini akibat pihak keluarga tak punya dana. TKI tersebut bernama Abdul Salam. Berusia 52 tahun asal Aceh Utara. Jumat (23/6/2017) malam, Abdul Salam dikabarkan meninggal dunia karena menderita penyakit batu karang. Hanya saja, hingga Selasa (27/6/2017) jenazah korban masih tertahan di Malaysia. Almarhum belum bisa dipulangkan ke kampungnya di Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Uceh Utara, Provinsi Aceh.Tarmizi yang merupakan rekan almarhum mengatakan, Abdul Salam meninggal di sebuah kebun kawasan Gua Musang Negeri Kelantan Darul Naim, Malaysia. Tarmizi menyebutkan, Abdul Salam sehari-hari menekuni pekerjaan sebagai pekerja kebun. Baru dua minggu tinggal bersama Tarmizi di kebun tersebut, penyakit batu karang Abdul Salam kambuh. Kepada Tarmizi, Abdul Salam sempat mengaku bahwa ia sudah lama menderita sakit batu karang.Sementara itu, Juru Bicara Gerakan Aceh Nusantara (GAN) Khairul Ishak mengatakan, Abdul Salam merantau ke Malaysia baru sekitar tiga bulan. Visa dan paspornya sudah kedaluwarsa (expired) dan dokumen kependudukannya yang lain nihil."Itu yang menjadi kendala dalam proses pemulangan jenazah. Dibutuhkan biaya pemulangan 6.500 RM (sekitar 18 juta rupiah)," kata Khairul di Lhokseumawe. Saat ini jenazah masih disemayamkan di Hospital Gua Musang Bandar Baru Kelantan Malaysia. Direktur Gerakan Aceh Nusantara (GAN), Ikhsan Nurdin yang prihatin atas nasib jenazah Abdul Salam, bergerak menggalang bantuan. "Kita sedang berusaha mencari bantuan supaya jenazah bisa segera dipulangkan ke kampung halamannya. Hingga saat ini baru lembaga GAN yang menyumbang 4,5 juta rupiah, ditambah 1,5 juta rupiah dari Haji Uma (Anggota Dewan Perwakilan Daerah asal Aceh)," ungkapnya. Dari sumbangan tersebut, katanya, sudah terkumpul RM 2.500. Jadi, masih kurang RM 4.000 lagi, mengingat total dana yang diperlukan untuk pemulangan jenazah dari Malaysia ke Aceh Utara adalah RM 6.500. (Mtc/srb/net)