MATATELINGA, Jakarta: Rencana pemindahan ibu kota sebenarnya bukanlah ide baru, sejak zaman pemerintahan Soeharto rencana tersebut sudah pernah didengungkan. Dengan skema, jika Jakarta tetap dipertahankan sebagai ibu kota resmi, sementara pusat administrasi akan dipindahkan ke lokasi yang dekat dengan Jakarta.Saat itu, presiden kedua RI menunjuk Jonggol, Jawa Barat. Rencana tersebut kembali diusulkan di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Bahkan pada masa SBY, pemerintah pernah membuat perencanaan poros Timur Tengah yang kelak bisa menghubungkan Jonggol dengan wilayah sekitarnya.Selain Jonggol, wilayah Jawa Barat lainnya yang pernah disebut adalah Karawang. Pemilihan kota tersebut karena letaknya yang tidak terlalu jauh dengan Jakarta, yakni sekira 60 kilometer ke arah timur.Pada masa pemerintah Joko Widodo, rencana memindahkan ibu kota kembali terdengar, namun kali ini pemilihan wilayah bukan lagi di Jawa Barat, namun di Kalimantan Tengah yakni Palangkaraya.Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengaku telah membahas rencana detail pemindahan ibu kota ini bersama Presiden Jokowi. Dia bahkan mengatakan, kajian pemindahan ibu kota, termasuk skema pendanaan rampung tahun ini dan pada 2018 atau 2019 mulai ada kegiatan terkait dengan pemindahan pusat administrasi pemerintahan.Bambang mengatakan, ada beberapa aspek yang dikaji dalam pemindahan ibu kota ini. Aspek dimaksud meliputi penentuan lokasi, estimasi pendanaan, dan tata kota. Dasar kajian pemindahan ibu kota yakni fakta bahwa pembangunan ekonomi antara di Pulau Jawa dengan pulau lainnya tidak seimbang. Pembangunan di Pulau Jawa lebih tinggi daripada pulau lainnya di Indonesia.Namun, Bambang masih enggan menyebutkan detail kota mana yang akan menjadi pusat administratif tersebut. Dia menukaskan, penentuan lokasi menjadi salah satu hal yang dibahas dalam kajian pemindahan ibu kota. Selain itu, permasalahan mengenai estimasi pendanaan dan tata kota juga akan dikaji. Dia menargetkan, kajian selesai tahun ini.Dia mengakui salah satu kandidat ibu kota baru adalah Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Palangka Raya sendiri jauh hari sudah digagas oleh presiden pertama Indonesia, Soekarno. (Mtc/okz/net)