Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Cabut Izin Travel Umroh dan Haji Bermasalah

Cabut Izin Travel Umroh dan Haji Bermasalah

- Rabu, 16 Agustus 2017 10:11 WIB
mtc/aam
MATATELINGA, Jakarta: Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PAN, Ali Taher Parasong mendesak pemerintah untuk mencabut izin travel umroh dan haji yang nakal dan menentukan biaya umroh per regional agar umat Islam yang akan menyelenggarakan ibadah umroh tidak tertipu."Sejak saya menerima tugas di Komisi VIII, itu yang saya teriaknya lebih awal, bahwa kasus bukan hanya Firs Travel, tetapi kurang lebihnya ada 10 sampai 15 penyelenggara umroh dan haji ada yang "nakal"," kata Ali Taher dalam diskusi "Revisi UU Haji dan Umroh Solusi Tertibkan Jamaah Haji Ilegal" di Media Center DPR, Selasa (15/8/2017).Dalam kesempatan tersebut, tampak hadir Wakil Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umroh dan Haji (Himpuh), Muharom Ahmaddan pengamat haji dan umroh M. Subarkah.Dia sudah melihat gelagat yang tidak baik dari travel umroh tersebut. "Saya sudah melihat alat bukti yang cukup bahwa dia penipu. Sejak awal sudah saya suarakan pada saat rapat kerja dengan menteri dan dirjen. Saya sampaikan segera di cabut izinnya, izin rekomendasi dari menteri agama dan izin travelya dari kementerian pariwisata," ungkap Ali.Izin dari travel penyelenggara umroh tersebut perlu dievaluasi. Karena menurut dia, harga paket umroh yang ditawarkan tidak rasional. "Bagaimana mungkin suatu perusahaan travel memberikan harga tiket saja itu Rp14,3 juta. Ini tidak rasional. Untuk haji Rp26 juta, bagaimana munking umroh cuma Rp14,3 juta dan bisa dicicil," katanya mempertanyakan."Ini bukan lagi perusahaan yang ingin memperlancar perjalanan umroh, tetapi ini betul-betul orang yang mencari keuntungan di dalam kesulitan orang lain. Niat umroh itu adalah ibadah kenapa diputar balikan hingga melakukan penipuan, oleh karena itu saya bersyukur ketika OJK melakukan pemberhentian operasional terhadap Firs travel," ungkap  Ali.Untuk mencegah kasus serupa di kemudian hari, dia menyarankan pemerintah menentukan biaya paket umroh per regional. Misalnya regional satu Sumatra dan regional dua Jawa dengan harga paket minimum berapa dan harga maksimal berapa hari. Kemudian paket kelas bisnis dan ekonomi harus di atur. "Supaya publik tahu. Karena penyelenggara umroh itu prinsipnya syariah, kehati-hatian dan nirlaba," katanya.Kemudian ulas Ali taher, perlu ada pengawasan berkala dari pemerintah. Karena tidak bisa lepas begitu aja. "Paling tidak 3 bulan dan 6 bulan di evaluasi setiap travel yang akan menyelenggarakan umroh," ujarnya.Tekait kasus jamaah haji ilegal, dia mengatakan bahwa hajinya bukan ilegal, tetapi proses pemberangkatannya yang ilegal karena memakai visa ziarah yang tidak sesuai dengan peruntukannya maka itu dianggap ilegal. "Jadi bukan hajinya ilegal, tetapi prosedur keberangkatannya itu yang ilegal," katanya.(Aam)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Cegah Dini El Nino Godzilla Demi Swasembada Berkelanjutan, Bu Estu Turun Langsung Memastikan Kesiapan Petani

Nasional

Wakil Wali Kota Medan Minta Pertemuan Lintas Sektor Atasi Banjir Rob Belawan

Nasional

Pelindo Regional 1 Terima Kunjungan Kerja Komite II DPD RI, Bahas Penguatan Implementasi UU Pelayaran

Nasional

Bupati Dorong Muscab PKB Lahirkan Kepemimpinan Solid untuk Deliserdang

Nasional

Wali Kota Medan Apresiasi Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI ke PT. Bank Sumut

Nasional

Gubernur Bobby Nasution Harapkan Kunker DPR RI Berdampak Positif bagi Pengembangan Bank Sumut