MATATELINGA, Jakarta: Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam Nguyen Phu Trong disambut dengan karpet merah di Gedung Parlemen (MPR/DPR/DPD), Senayan, Jakarta, Selasa (22/8/2017). Biasanya penggunaan karpet merah itu untuk menyambut tamu kepala negara atau kepala pemerintahan.Sebagaimana diketahui, kondisi politik di Vietnam menganut sistem mono partai. Partai Komunis Vietnam adalah entitas politik tertinggi, sehingga Sekjen Partai Komunis Vietnam menjadi bagian integral dari eksistensi negara Vietnam. Oleh sebab itu, Sekjen Partai Komunis Vietnam memiliki kewenangan dan kekuasaan politik tertinggi, melampaui Presiden dan Perdana Menteri Vietnam. Mungkin dengan dasar itu, Nguyen Phu Trong disambut dengan karpet merah.Dalam kunjungannya ke Parlemen Indonesia, Nguyen Phu Trong didampingi sejumlah menteri Vietnam, antara lain Minister of Industry and Trade Tran Tuan Anh, Minister of Agriculture and Rural Development Nguyen Xuan Cuong dan Deputy Prime Minister of Foreign Affairs Pham Binh Minh.Selama di Komplek Parlemen Senayan, Nguyen Phu Trong mengadakan pertemuan dengan pimpinan MPR, pimpinan DPR dan pimpinan DPD. Pertemuan dilakukan secara terpisah. Pertama dengan pimpinan MPR, dilanjutkan pimpinan DPR dan terakhir pimpinan DPD.Ketua DPR Setya Novanto mengapresiasi pemerintah Vietnam yang terus berusaha menciptakan suasana kondusif di dalam negerinya sehingga memberikan kemudahan bagi badan usaha Indonesia memperkuat investasi di Vietnam."Seiring dengan itu, sebagai Ketua DPR RI saya memberikan jaminan kepada Vietnam bahwa stabilitas politik dan ekonomi kita juga terjaga dengan baik. DPR RI bersama Pemerintah Indonesia terus bekerjasama meningkatkan iklim investasi. Para investor Vietnam tidak perlu takut datang ke Indonesia," papar Novanto.Secara khusus, Novanto juga meminta kepada Nguyen Phu Trong agar kunjungannya itu bisa dijadikan momentum bagi penyelesaian batas Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) antara Indonesia dengan Vietnam yang sudah dibahas sejak tahun 2010 dan belum ada penyelesaian hingga kini. "Penyelesaian ZEE sangat penting untuk menegaskan batas maritim antara Indonesia dengan Vietnam," kata Novanto.Politisi F-PG itu menambahkan, kunjungan ini merupakan rangkaian resmi kunjungan kenegaraan untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara yang sudah dibangun sejak era Presiden Soekarno pada tahun 1955. Dalam pergaulan internasional, Indonesia membuka diri dengan berbagai negara, termasuk Vietnam yang juga merupakan bagian dari komunitas ASEAN."Saya harap masyarakat Indonesia tidak terhasut oleh pihak-pihak yang berusaha membuat fitnah dan propaganda di berbagai media sosial, yang mencampuradukan kunjungan ini dengan masalah ideologi politik yang dianut Vietnam," tegas Novanto.Novanto juga mengundang Parlemen Vietnam untuk menghadiri acara World Parliamentary Forum on Sustainable Development yang akan diselenggarakan oleh DPR RI pada 6-7 September 2017 di Bali, Indonesia.Sementara itu, Nguyen Phu Trong mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bagi Vietnam, Indonesia adalah negara besar yang tidak hanya berpengaruh di kawasan ASEAN, melainkan juga di kawasan lainnya, bahkan sampai ke Uni Eropa. Karena itu, Vietnam menggangap Indonesia sebagai mitra penting dalam menggali berbagai potensi kerjasama di berbagai bidang.Nguyen Phu Trong menjelaskan, dengan jumlah penduduk 92,7 juta jiwa. Vietnam menjadi pasar terbesar ketiga di ASEAN setelah Indonesia dan Filipina. Pada tahun 2016, pertumbuhan ekonomi Vietnam mencapai 6 persen. Pertumbuhan kelas menengah di sana juga pesat. "Ini potensi bagi Indonesia menanamkan investasi dan meningkatkan nilai perdagangan dengan Vietnam," kata Nguyen Phu Trong.(Mtc/Aam)