Matatelinga - Papua, Terlibat baku tembak anggota tim gabungan TNI AD dan Polri dengan kelompok radikal bersenjata wilayah Yapen Barat, di Kampung Sasawa, Distrik Yapen Barat, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, kemarin. Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Andika Perkasa mengatakan, kelompok Radikal Bersenjata tersebut pimpinan Fernando Warobai, yang sedang latihan militer di Kampung Sasawa. "Saat Tim Gabungan sedang patroli, mendapat tembakan dari kelompoktersebut sehingga terjadi kontak tembak," ujar Andika melalui pesan singkat Minggu (2/2/2014). Dalam insiden baku tembak tersebut, telah melukai tiga orang anggota Polri dan satu orang tewas dari kelompok Radikal. "Dipihak Tim Gabungan TNI AD dan Polri, insiden tersebut melukai satu anggota Polres yaitu Aipda Robert, satu Anggota Kodim Praka Nurhasim, dan satu masyarakat sipil. Ketiga korban kini telah dirawat dan dalam kondisi baik. Sedangkan dari pihak kelompok radikal, satu orang tewas atas nama Yohosua Arampayai," tuturnya. Usai terjadi baku tembak, Tim Gabungan berhasil membekuk 10 orang kelompok radikal bersenjata dan menyita beberapa senjata api. 10 orang kelompok radikal yang diamankan yaitu, Jimy Kapanai (27), Septianus Wonowai (21), Pianus Wonowai (19), Kornalius Wonowai (19), Agus Numberi (47), Rudi Bara Gkea (30), Salmon Yonatan (48), Obet Kayoui (25), Pinihas Neri (49), dan Yulius Kola (28). "Senjata api yang kami sita yaitu 15 pucuk senjata panjang rakitan, 3 pucuk pistol rakitan kaliber 9 mm, 22 pakaian loreng dan ransel, 2 bom ikan, 2 bendera Bintang Kejora, 10 butir amunisi kaliber 5,56 mm, 2 butir munisi kaliber 7,62 mm, 2 butir munisi kaliber 9 mm, 2 pisau sangkur, 4 parang panjang, 1 busur panah, 20 anak panah, dan 1 tombak," pungkasnya.(Okz/adm)