MATATELINGA, Jakarta: Para napi berhasil kabur setelah melakukan penodongan senjata kepada petugas dan melukainya. Sebanyak 12 narapidana penghuni Lapas Kelas II B Muaro Sijunjung, Sumatera Barat. Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami, pada Wartawan mengatakan, dari 12 napi yang kabur, tiga di antaranya sudah kembali ditangkap. "Jadi tinggal sembilan lagi ya. Hingga kini masih terus dalam pengejaran aparat kepolisian. Yang tiga sudah di Sijunjung," kata Sri seperti dilansir tvOne di Apa Kabar Indonesia Malam, Minggu (17/9/2017).Dimana, para napi yang kabur merupakan narapidana titipan rutan-rutan terdekat dari Lapas Kelas II B Muaro Sijunjung. Dia mengakui memang ada hal-hal yang belum kondusif dari para narapidana di sana terutama semenjak kehadiran para napi baru itu. Alhasil, timbul gesekan antarmereka yang kemudian ditumpahkan kepada para petugas."Saat para napi kabur, cuma ada tiga petugas yang berjaga, dan memang segitu. Sementara jumlah napi yang ada di sana berjumlah 300 orang, dari kapasitas yang semestinya yakni 155 orang. Sekarang dalam proses pendalaman," kata Sri.Sementara itu, Doni, petugas Lapas yang mengalami luka tikam kini sudah mendapatkan perawatan medis. Kondisinya pun dikatakan Sri terus membaik.Sebelumnya diinformasikan sebanyak 12 narapidana penghuni Lapas Kelas II B Muaro Sijunjung, Sumatera Barat, kabur pada Minggu 17 September 2017, sekira pukul 15.30 WIB. Mereka kabur di saat petugas Lapas tengah membawakan makanan.Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, awalnya sejumlah napi tersebut serempak menodongkan senjata tajam kepada salah seorang petugas jaga bernama Putra.Mereka juga melakukan penyerangan pada petugas piket lainnya yakni Doni, sebelum kemudian berhasil kabur melalui pintu utama. Akibatnya, Doni mengalami luka robek pada bagian kepala sebelah kanan, pergelangan tangan dan mengalami luka tikam. (Mtc/Vnc)