MATATELINGA, Jakarta: Tiga bekas ketua umum DPP Partai Golkar akan tampil secara bersamaan dalam seminar yang akan digelar Fraksi Partai Golkar (F-PG) MPR RI, Kamis (19/10/2017).Mereka adalah Akbar Tanjung, Aburizal Bakrie dan Agung Laksono yang saat ini masing-masing menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Kehormatan, Ketua Dewan Pembina dan Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar akan berbicara dalam seminar bertema Revitalisasi Idiologi Pancasila Sebagai Landasan Perjuangan Partai Golkar.Selain mereka, kata Ketua FPG MPR RI, Rambe Kamarul Zaman, Presiden RI ke 3 sekaligus Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar juga tampil dalam seminar sebagai keynote speaker. Kepala UKP PIP Yudi Latif ikut diundang sebagai pembicara."Tema ini kita ambil dalam rangka untuk mengembangkan dan mengelaborasi peran partai politik dalam memperkuat idiologi Pancasila menghadapi tantangan era generasi milenial," kata Rambe kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/10).Disebut, seminar digelar dalam satu rangkaian kegiatan menyambut hari ulang tahun Partai Golkar ke 53 yang akan dibuka Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto.Dia menyatakan, akhir-akhir ini kita sering dihadapkan dengan munculnya aksi terorisme, intoleransi, konflik horisontal, radikalisme, politik identitas dan ujaran kebencian yang mengemuka melalui media sosial."Nah, jika dibiarkan hal ini tentu akan semakin merapuhkan talu peraatuan bangsa dan menciderai keragaman bangsa Indonesia. Kenyataan ini mengharuskan Partai Golkar berdiri didepan untuk mengantisipasi dan memberikan solusi agar dinamika kehidupan sosial ini tidak membahayakan dan mengancam idiologi Pancasila," terang politisi senior Partai Golkar ini.Pada kesempatan itu Rambe menguraikan ide dasar kelahiran dan keberadaan Golongan Karya hinga menjadi partai politik pada 1998 saat lahirnya gerakan reformasi.Terkait tujuan seminar, Rambe menyatakan untuk mendapat masukan dan kerangka konsep mengenai peran Partai Golkar dalam penguatan idiologi Pancasila. Juga bertujuan melakukan refleksi dan revitalisasi terhadap paradigma baru Partai Golkar, serta melakukan kajian mengenai karakteristik generasi milenial untuk menemukan pendekatan baru dalam memperkuat idiologi Pancasila(Mtc/Aam)