Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Pemalsuan Identitas Perburuk Nasib Buruh Migran

Pemalsuan Identitas Perburuk Nasib Buruh Migran

- Selasa, 24 Oktober 2017 20:00 WIB
mtc/aam
Aktivis Migrant Care Siti Badriyah mengatakan bahwa para buruh migran kita, sering menjadi korban oknum-oknum yang memalsukan identitas mereka. Bila identitas buruh migran sudah dipalsukan, maka akan memperburuk nasib mereka. Siti mencontohkan kasus menin
MATATELINGA, Jakarta: Aktivis Migrant Care Siti Badriyah mengatakan bahwa para buruh migran kita, sering menjadi korban oknum-oknum yang memalsukan identitas mereka. Bila identitas buruh migran sudah dipalsukan, maka akan memperburuk nasib mereka. Siti mencontohkan kasus meninggalnya buruh migran di Luar Negeri, yang pernah ditangani Migrant Care."Kami punya pengalaman saat menangani buruh migran yang meninggal. Karena dia menjadi korban pemalsuan identitas, maka jenazahnya dipulangkan ke alamat yang sesuai dengan identitas yang dipalsukan. Yaitu di Jawa Barat, dan ditolak warga disana, karena memang sebenarnya buruh migran kita itu adalah warga Jawa Timur. Itu salah satu peliknya masalah buruh migran yang korban pemalsuan identitas," kata Siti dalam diskusi Forum Legislasi bertema "Implementasi UU Perlindungan TKI dan Kendalanya" di Pressroom Komplek Parlemen, Senayan,Jakarta, Selasa (24/10/2017)Menurut perempuan asal Grobogan tersebut, buruh migran yang sering menjadi korban kesewenang-wenangan terkait asuransi. Banyak pula buruh migran yang sangat kesulitan untuk mencairkan apa yang menjadi hak-haknya bahkan menjadi korban pemerasan."Ada yang tidak jadi berangkat karena orang tuanya sakit, tapi begitu dia ingin keluar dari tempat penampungan, justru dia dipaksa harus membayar. kalau tidak membayar tidak boleh keluar dari tempat penampungannya. Bahkan ada yang sampai dipenjara. Biaya selama dipenampungan juga ditetapkan sepihak, dan itu tinggi sekali. Padahal makannya saja sederhana sekali, cuma lauk ikan asin dan sayur asem. Tidur pun empet-empetan, sangat tidak layak. Kami berharap masalah seperti ini tidak terjadi lagi," tuturnya. (mtc/aam)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Menteri KP2MI Undang SBMI dan Keluarga AKP Migran yang Meninggal di Korea Selatan

Nasional

Ini Prosedur Bagi Para Pekerja Migran yang Akan Pulang ke Indonesia

Nasional

TKI Suriah Tewas Setelah Kain untuk Kabur Putus

Nasional

TKI Hongkong Dibui Karena 'Live Streaming' Anak Majikan

Nasional

DPR Minta Kepastian Data Buruh Migran