Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Sedih dan Mengerikan, Dengan Tewasnya Mantan Waka Poldasu

Sedih dan Mengerikan, Dengan Tewasnya Mantan Waka Poldasu

- Sabtu, 24 Februari 2018 15:34 WIB
Matatelinga
MATATELINGA, Malang:   Dengan Kondisi tangan terikat tali rafia, mantan Waka Poldasu  Kombes (Pur) Agus Samad ,71,  tidak bernyawa di kediamannya i Perum Bukit Dieng, Kelurahan Pisangcandi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Sabtu (24/2/2018).Dengan kejadian tersebut, warga sekitar lokasi kejadian menjadi eboh dan termasuk petugas kepolisian setempat dengan turun kelokasi melakukan penyelidikan dilapangan, dengan kondisi korban bersimbah darah dan  kaki terikat. "Jenazah ditemukan di halaman belakang rumah".Gunaryo, selaku Satpam setempat mengatakan ia mendobrak pintu rumah Agus untuk memaksa masuk, sehingga tangannya  terluka akibat mendobrak pintu depan. "Ada darah di ruang tamu," ujar Gunaryo, seperti dillansir Tribun, Sabtu (24/2/2018)Gunaryo saat itu diminta tolong oleh seorang warga untuk melihat kondisi Agus di rumahnya."Istrinya yang di Bali nelepon Bu Rahma untuk melihat kondisi rumah. Soalnya ditelpon tidak mengangkatnya pak Agus," sebut  Gunaryo.Identitas korban pembunuhan di Bukit Dieng Kota Malang, Sabtu (24/2/2018), perlahan terkuak. Korban bernama (Purn) Kombes Agus Samat, seorang perwira yang berusia sekitar 70 an.Informasi ini didapat dari seorang petugas yang bertugas di lokasi. "Terakhir dia jabat sebagai Wakapolda Sumut," kata Supriadi tetangga korban yang juga purnawirawan berpangkat Irjen.Supriadi mengatakan korban adalah seniornya.Agus tinggal bersama istri dan anaknya."Yang jelas beliau baik sekali. Kadang ngobrol di Pos Satpam," tambahnya.Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri mengatakan, korban berada di jarak sekitar 10 meter dari lokasi ditemukannya bercak darah. Kaki korban terikat tali rafia yang terlilit ke pagar ruangan di lantai tiga."Untuk hasil olah TKP di ruang makan itu ditemukan bercak darah. TKP pertama bercak darah dengan korban itu jaraknya sekitar 10 meter, korban berada di halaman belakang. Dengan posisi kaki diikat tali rafia. Kemudian Tali rafianya ini diikat di pagar lantai 3," katanya.Selain terikat tali rafia, ditemukan luka di paha bagian belakang dan sayatan di kedua tangan korban dan. Di lokasi juga ditemukan baygon serta cairan yang masih dalam proses penyelidikan."Ada beberapa luka di tangan, sayatan, kanan kiri. Untuk barang - barang yang ditemukan ada baygon, kemudian ada cairan kami masih belum memastikan itu apa," katanya.Belum diketahui kapan kejadian itu berlangsung. Asfuri mengatakan, bercak darah di lokasi sudah mulai mengering. Namun, luka di tubuh korban masih mengeluarkan darah.(Mtc/rel)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Nasional

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Nasional

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Nasional

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Nasional

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk

Nasional

14 Tahun Matatelinga, Menapaki Anak Tangga Tak Perlu Harus Melompat