Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Panglima TNI Akan Bentuk Tim Gabungan di Wilayah Rawan Perbatasan

Panglima TNI Akan Bentuk Tim Gabungan di Wilayah Rawan Perbatasan

- Sabtu, 28 April 2018 07:18 WIB
Matatelinga
MATATELINGA, Jakarta:     Perlu adanya sinergitas yang kuat antara TNI-Polri dan kelembagaan lainnya untuk mengefektifkan pengamanan wilayah-wilayah rawan di perbatasan Indonesia, agar mampu mencegah maraknya permasalahan penyelundupan. Untuk itu, akan dibentuk tim gabungan yang bersinergitas antara TNI-Polri dan Bea Cukai dalam rangka menyelesaikan banyaknya masalah yang dihadapi di wilayah perbatasan Indonesia. Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang dan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi, S.E.,LL.M., dihadapan awak media saat mendarat di Lanud Supadio, Pontianak, usai meninjau Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Indonesia di Entikong, Kabupaten Sanggau dan PLBN di Aruk Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Jumat (27/4/2018). Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa di wilayah perbatasan Indonesia masih banyak ditemui jalan tikus yang digunakan oleh para penyelundup untuk memasukkan barang-barang secara illegal ke wilayah NKRI. "Nantinya antara TNI-Polri dan Bea Cukai akan berkoordinasi untuk bisa menghalau, mendeteksi dan akan terus berupaya untuk mencegah adanya penyelundupan," jelasnya. "Kita harus berpikir bahwa dalam rangka membantu pemerintah, hanya dengan kerja sama antara TNI-Polri dan Bea Cukai serta aparat terkait bisa menyelesaikan masalah penyelundupan," kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Di sisi lain, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakana bahwa Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia akan melaksanakan pembinaan kepada masyarakat di perbatasan, diantaranya memberikan pelayanan pendidikan di Entikong dan Aruk secara bersama-sama. "Saya juga sudah berkoordinasi dengan Kapolri bahwa Polri juga memiliki program yang sama, sehingga di perbatasan nanti khususnya di Entikong dan Aruk dapat memberikan pelayanan pendidikan seperti wilayah-wilayah lainnya di Indonesia," ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Ditambahkan oleh Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bahwa TNI juga akan berkoordinasi dengan Kementerian terkait yang ada di perbatasan untuk sama-sama melaksanakan kegiatan pelayanan pendidikan. "Seperti yang telah dilaksanakan oleh aparat Korem dengan tajuk Petasan yaitu Pengabdian Tanpa Batas Prajurit TNI di Perbatasan," katanya. Senada dengan yang disampaikan Panglima TNI, pada kesempatan yang sama Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan bahwa daerah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan sangat rawan penyelundupan melalui jalan-jalan tikus. TNI-Polri dan Bea Cukai sepakat untuk membangun kerja sama yang lebih baik agar jalan-jalan tikus tersebut bisa diawasi termasuk mengajak semua anggota masyarakat. "Kita mengharapkan ada semacam mekanisme koordinasi yang lebih baik sehingga masyarakat bisa memberikan informasi kepada aparat dan kemudian kita bisa melakukan penindakan. Kami kira dengan langkah ini pengamanan perbatasan akan lebih baik dalam rangka menjaga teritorial NKRI," kata Kapolri.(Mtc/rel)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Gaya Hidup Sehat Remaja: Kunci Menciptakan Generasi yang Produktif dan Berkualitas

Nasional

Membangun Manusia, Bukan Sekadar Infrastruktur

Nasional

Penyelundupan Diduga Narkotika Digagalkan Petugas P2U Rutan Kelas I Labuhan Deli

Nasional

Halte Bus Listrik di Jalan Gatot Subroto: Solusi Transportasi atau Sumber Kemacetan Baru?

Nasional

Macet Hari Ini, Harapan untuk Medan Esok Hari

Nasional

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?