Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Sebelum 'Berjihad', Pelaku Sempat Ceramahi Tukang Air

Sebelum 'Berjihad', Pelaku Sempat Ceramahi Tukang Air

- Rabu, 16 Mei 2018 09:20 WIB
Ledakan di Surabaya / photo by regional.kompas.com
MATATELINGA, Jakarta: Rumah berpagar hitam dengan tembok warna oranye berdiri di Jalan Tambak Medokan Ayu VI, Surabaya, Jawa Timur. Di rumah tersebut, Tri Murtiono, terduga pelaku bom bunuh diri di Markas Polrestabes Surabaya tinggal.Tri tinggal bersama istri, Ernawati dan ketiga anaknya. Ia baru tinggal di rumah yang dikontraknya sekitar tiga bulan.Perawakan Tri tak besar. Dia berjenggot. Celana yang dipakainya selalu di atas mata kaki.Selama tinggal di kawasan Medokan, Tri terbilang jarang bergaul dengan sekitar. Sesekalinya keluar rumah, saat Tri membeli air mineral galon maupun ikut giliran meronda di lingkungan perumahan.Sebelum berangkat ke Markas Polrestabes Surabaya, Senin (14/5) pagi, Tri sempat memesan air mineral kemasan galon ke tetangga, yang berada sekitar 500 meter dari rumahnya."Saya baru melihat wajahnya belakangan ini, satu minggu ini. Biasanya beli air sendiri, terakhir kemarin ini minta dikirim," kata penjual air mineral kemasan galon, Kasda di depan rumahnya, Selasa (15/5).Tri awalnya memesan air galon itu pada Minggu (13/5) malam. Namun karena Kasda tengah ada acara, baru pagi harinya, Senin (14/5) sekitar pukul 06.00 WIB, Kasda mengantar air galon itu ke rumah Tri.Tri sendiri yang menerima air galon kiriman Kasda sekitar pukul 06.00 WIB kemarin.Kasda mengaku sempat berbincang sekitar 30 menit dengan Tri. Awalnya, Kasda bertanya mengenai pekerjaan Tri, yang baru tinggal di kawasan perumahannya itu. Tri mengaku jual-beli alumunium.Kasda agak sangsi Tri pebisnis almunium. Pasalnya, selama ini Kasda tak pernah melihat alumunium di sekitar rumah Tri."Dia (Tri) mengaku jual alumunium, cuma barangnya sedikit," tuturnya.Saat Kasda menyinggung ledakan bom di tiga gereja, Minggu (13/5) pagi, Tri mendadak langsung mendominasi pembicaraan. Malah, kata Kasda, terdengar seperti menceramahi. Tri saat itu menyampaikan hal-hal berbau agama dan kehidupan."Ceramahi tentang kehidupan sebenarnya gimana. Cuma saya diam saja karena diceramahi," tuturnya.Raut muka Tri juga berubah saat tengah berceramah. Bahkan, menurut Kasda, Tri seperti akan menangis ketika berbicara di pagi hari itu. Kasda tak menanggapi apa yang disampaikan Tri tersebut"Seperti mau menangis. Saya dengarkan saja," ujarnya.Setelah memberikan ceramah, Tri kemudian pamit untuk pergi kerja. Tri pamit dan menyudahi pembicaraan sekitar pukul 06.30 WIB."Maaf sudah siang, saya mau berangkat kerja," kata Kasda menirukan ucapan Tri.Kasda saat itu tak tahu Tri akan pergi ke mana. Namun kemudian dia mendapati heboh pemberitaan Mapolrestabes Surabaya diserang bom motor sekitar pukul 08.50 WIB.Ketua RT 008 Suwito mengatakan Tri merupakan tipe orang yang kurang berinteraksi dengan warga lainnya. Suwito menyebut Tri orang yang biasa saja dan mengaku sebagai pengusaha teralis."Orangnya biasa-biasa saja. Pekerjaannya pengusaha teralis. Kesehariannya kurang berinteraksi sama warga," kata dia.Suwito menyebut warga tak pernah menaruh curiga kepada Tri. Menurut dia, Tri kerap keluar rumah selepas Magrib, namun tak diketahui kegiatan apa yang dilakukan Tri itu."Saya lihatnya justru sering keluar setelah maghrib. Enggak tahu kembalinya kapan. Hari-hari jarang lihat. Keluarganya juga," tuturnya.Tri Murtiono diduga pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya kemarin, Senin (14/5) pagi. Ia melakukan aksi bom bunuh diri bersama sang istri, Tri Ernawati serta ketiga anaknya, MDA, MDS, dan AAP.Namun, anaknya yang berinisial AAP selamat. Sementara Tri beserta istri dan kedua anaknya yang lain tewas akibat ledakan bom tersebut.Kini AAP yang selamat masih dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara karena mengalami sejumlah luka akibat ledakan bom. (osc)

Editor
:
Sumber
: cnn

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Padang Lawas Darurat Narkoba, jangka Waktu 4 bulan 46 Orang Bandar/dan Penjual Ditangkap

Nasional

Polisi Masih Usut Kasus Kematian Bayi, Orang Tua Dititip ke Rumah Dinsos

Nasional

Kurang dari 24 Jam, Sat Reskrim Polres Tapteng Ringkus Pelaku Curanmor di Sorkam

Nasional

Sat Reskrim Polres Pematangsiantar Amankan Terduga Pelaku KDRT

Nasional

Polsek Siantar Martoba Amankan Terduga Pelaku Penggelapan Mobil

Nasional

Enam Pelaku Pengedar Narkoba diringkus Polres Binjai