Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Kicau Fahri Hamzah Pada Momen Peringatan HUT Polri ke-72

Kicau Fahri Hamzah Pada Momen Peringatan HUT Polri ke-72

- Senin, 02 Juli 2018 08:31 WIB
fahri hamzah / photo: ist
MATATELINGA, Jakarta:  Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah memberi sejumlah catatan dalam memperingati HUT Polri atau hari jadi Bhayangkara ke-72, Minggu (1/7).Fahri mengaku sependapat dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian bahwa kelahiran polisi sejalan dengan demokrasi dan harus menyatu dengan kehidupan publik.Politikus PKS itu menegaskan bahwa Polri memiliki tradisi sipil yang berbeda dengan militer, sehingga harus lebih menggeluti permasalahan publik lebih mendalam. Hal itu pula, kata dia, yang mendasari pemisahan Polri dari ABRI, yang kini berganti nama menjadi TNI."Maka bagian dari peringatan Hari Bhayangkara juga adalah hari dipisahkannya Kepolisian dari Kemendagri. Hikmahnya adalah Polri tidak semata alat pemerintah, tetapi alat negara. Kepegawaiannya tunduk di bawah UU Aparatur Sipil Negara #HUTPolri," ujar Fahri melalui akun Twitter miliknya.Fahri tidak menjelaskan lebih lanjut maksud dari "dipisahkannya kepolisian dari Kemendagri".Fahri kemudian menyinggung bahwa legenda Bhayangkara merupakan bagian dari refleksi Gajah Mada menyelamatkan Raja Majapahit dalam menghancurkan pemberontakan Ra Kuti. Sehingga sebagai Bhayangkara Negara, kata dia, tugas Polri tidak saja loyal kepada Presiden, tetapi juga berperan sebagai pelindung negara.Menurut Fahri, isu kepercayaan publik terhadap institusi Polri saat ini harus segera dituntaskan. Tugas berat menanti Polri agar bisa kembali menjadi ujung tombak penegakan hukum.Fahri menyebut stidaknya ada tiga tahap untuk menjadikan Polri kembali menjadi ujung tombak penegakan hukum.Pertama, kata dia, pengaturan regulasi yang mengembalikan fungsi lembaga penegakan hukum dengan mengedepankan institusi yang mendapat mandat langsung dari konstitusi.Kedua berkaitan dengan penguatan institusi, yakni penataan kembali fungsi-fungsi dalam institusi Polri agar sesuai dengan kebutuhan melindungi dan mengayomi masyarakat sesuai perkembangan zaman.Ketiga, lanjut Fahri, membangun kultur profesional dan modern dalam tubuh Polri untuk lebih memahami kewajiban dan wewenang sesuai tugas pokok dan fungsinya."Dengan tiga tahapan itu, maka terbentuklah sebuah sistem. Sistem yang tepat dan kuat mesti ditunjang kesamaan pola pikir anggota Polri dalam memandang prioritas persoalan bangsa yang berkaitan dengan Polri. #HUTPOLRI," kata Fahri.

Editor
:
Sumber
: cnn

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80, Teguhkan Komitmen Polri untuk Masyarakat

Nasional

Rangkaian Kegiatan HUT Bhayangkara Ke-80 Perhatikan Sektor Pendidikan

Nasional

Rakernis Humas Polda Sumut, Penguatan Komunikasi Publik Jadi Kunci Kepercayaan Masyarakat

Nasional

Kapolres Simalungun Pimpin Gerakan Indonesia Asri di Pantai Bebas Parapat

Nasional

Peringatan Nuzulul Qur'an, Rico Waas: Momentum Penguatan Keimanan dan Menjadi Insan Qurani

Nasional

Wakil Ketua DPRD Medan, Resmi Sandang Gelar Sarjana Hukum