Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Gempa Lombok, ACT Terjunkan Tim Medis

Gempa Lombok, ACT Terjunkan Tim Medis

- Minggu, 29 Juli 2018 19:15 WIB
mtc/ist
Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) NTB mengatakan, pendataan masih terus dilakukan di wilayah paling dekat dengan episentrum gempa. “Angka korban jiwa dan korban terluka masih akan terus bertambah. Sampai sore ini Tim ACT NTB dibantu sejumlah relawan terus berg
MATATELINGA, Lombok : Tak ada yang memprediksi dan menyangka, Ahad (29/7) pagi di Lombok, kepanikan, dan ketakutan sudah terjadi sejak pagi sekali. Pagi hari, sekitar pukul 05.47 WIB, guncangan gempa keras dengan magnitudo 6,4 SR selama 10 detik memicu kerusakan cukup parah di sebagian besar wilayah Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tak hanya kerusakan infrastruktur, namun juga menimbulkan korban jiwa akibat tertimpa runtuhan.

Melansir data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa Lombok Ahad pagi tadi menyebabkan sedikitnya 10 korban tewas. Sementara jumlah korban jiwa mencapai angka 40 orang luka-luka. Mayoritas korban luka dan meninggal dunia akibat tak sempat menyelamatkan diri ketika genting atau atap roboh akibat guncangan keras gempa.

Lalu Alfian dari Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) NTB mengatakan, pendataan masih terus dilakukan di wilayah paling dekat dengan episentrum gempa. "Angka korban jiwa dan korban terluka masih akan terus bertambah. Sampai sore ini Tim ACT NTB dibantu sejumlah relawan terus bergerak melakukan pendataan," kata Alfian.

Tim Medis ACT Buka Posko di Lapangan Sajang, Sembalun

Kebutuhan medis yang mendesak pascagempa kuat 6,4 SR Ahad pagi tadi, ACT mengerahkan sejumlah tim medisnya ke berbagai lokasi. Kabar terkini dari lokasi kejadian, relawan medis dikerahkan dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) - ACT NTB menuju ke Lapangan Sajang, Sembalun, Lombok Timur.

Kusmayadi, Koordinator Emergency Response ACT mengatakan, Tim ACT dan MRI NTB bergerak bersamaan di dua wilayah terdampak paling parah, meliputi Lombok Timur dan Lombok Utara.

"Kami masih terus mengumpulkan data. Kabar yang masuk dari Lombok Utara, kerusakan cukup parah terjadi di Desa Anyar, Lombok Utara," ujar Kusmayadi.

Lebih lanjut, olah data yang dilakukan Tim Emergency Respons ACT menujukkan, jumlah korban jiwa paling banyak berada di Kabupaten Lombok Timur.

"Sedikitnya data yang Kami pegang sekarang menunjukkan, delapan korban tewas berasal dari wilayah Lombok Timur. Dua korban tewas lainnya asal wilayah Lombok Utara," papar Kusmayadi.

Untuk data korban luka-luka, data sementara Ahad (29/7) sore, 10 korban luka berat dan 10 korban luka ringan berasal dari Lombok Timur. Sementara di Lombok Utara terdata 13 orang korban luka dirawat di di Puskesmas Senaru, dan tujuh orang lainnya dirawat di Puskesmas Bayan.(mtc/fae/rel)

Editor
:

Berita Terkait

Nasional

Wujudkan Harapan 1940 Jiwa, Jembatan Beton Penghubung Antara Tanjung Beringin & Biak Nampe Rampung 100 Persen

Nasional

Babinsa Tanjung Kelit Dampingi Pengobatan Massal Gratis, wujud pengabdian TNI AD kepada rakyat

Nasional

Acara Gemes 2026 Tak 'Merakyat', Pengunjung Kecewa

Nasional

Antisipasi Cuaca Ekstrem Musim Angin Selatan, Babinsa Katang Bidare Imbau Nelayan Utamakan Keselamatan

Nasional

Sat Reskrim Bersama Polsek Purba Polres Simalungun Berhasil Ungkap Kasus Penganiayaan Berujung Meninggal Dunia

Nasional

Penetapan HPE dan HR Emas Hasil koordinasi Lintas Kementerian dan Lembaga