MATATELINGA, Jakarta: Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab angkat suara menanggapi Neno Warisman yang dihalangi aparat keamanan untuk bisa hadir di deklarasi #2019GantiPresiden di Pekanbaru, Riau. Merujuk dari pernyataan Rizieq yang dikonfirmasi juru bicara FPI Slamet Maarif, sosok yang kini masih berada di Mekkah tersebut geram atas penolakan Neno."Rezim semakin ngawur, negara semakin kacau, terlalu lama menanti 2019," tutur Rizieq.Rizieq menilai aparat keamanan adalah wasit dalam alam demokrasi. Tidak seharusnya berada di pihak tertentu. Jika wasit sudah turun ke lapangan, lanjutnya, maka hanya tinggal menunggu penonton ikut turun ke lapangan pula.Rizieq menyerukan kepada umat Islam untuk melakukan jihad dan revolusi. Menurutnya, hanya itu langkah yang perlu ditempuh untuk melawan aparat dan preman yang telah bekerjasama.Dia mengajak umat Islam untuk mengejar para pelaku persekusi terhadap ulama dan aktivis. Jika itu tidak dilakukan, Rizieq menduga akan terulang kembali di kemudian hari."Mereka sudah keterlaluan. Menghadang perempuan, aparat membiarkan," ucap Rizieq."Ayo lawan preman bayaran dan pelindungnya," lanjut Rizieq.