MATATELINGA, Jakarta: Forcaster Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno, Bengkulu mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan Bengkulu hingga Pulau Enggano, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara hingga Samudera Hindia Barat Bengkulu, pada hari ini. Gelombang tersebut setinggi dari 1 hingga 4 meter.Forcaster BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno, Bengkulu, Anjasman mengatakan, gelombang tinggi di Pulau Enggano hingga Samudera Hindia Bengkulu disebabkan adanya angin timur dari Australia, sehingga memicu gelombang tinggi. Fenomena ini, kata Anjasman, disebut dengan sirkulasi angin Monsoon Australia/timur."Gelombang tinggi di Enggano lebih dominan disebabkan oleh angin timur dari Australia," kata Anjasman, saat dikonfirmasi, Kamis (13/9/2018).Kondisi tersebut, jelas Anjasman, diperkirakan berlangsung hingga akhir September. Meskipun demikian, kata Anjasman, pihaknya mengimbau nelayan di wilayah Bengkulu, dapat waspada terhadap gelombang tinggi di perairan Bengkulu hingga Pulau Enggano."Kalau menurut data rata-rata anginnya, gelombang tinggi diprediksi hingga akhir September," sampai Anjasman.Selain itu, lanjut Anjasman, kecepatan angin di wilayah Bengkulu dengan kecepatan 15 hingga 20 knot atau setara dengan 30-40 km/jam. Arah dominasi angin berhembus dari Tenggara ke Barat Laut. Sementara untuk prakiraan cuaca di 10 kabupaten/kota di provinsi berjuluk ''Bumi Rafflesia'' ini mayoritas cerah hingga cerah berawan."Kecepatan angin di wilayah Bengkulu rerata 15 hingga 20 knot atau setara dengan 30 - 40 km/jam," pungkas Anjasman.