MATATELINGA, Jakarta: Dengan beredarnya kabar hoax soal penculikan anak yang viral di media sosial memang meresahkan kita semua, khususnya para orangtua. Namun, bukan berarti Anda lalai dalam merawat dan mengawasi anak dalam situasi apapun.Siapa saja memang bisa menjadi korban penculikan, terlebih pada kalangan anak-anak balita. Hal itu tentu bisa membuat keluarga besar sedih, serta menghadapi risiko buruk lainnya.Apapun yang terjadi, pasti orang yang lebih dewasa disalahkan. Namun demikian, Anda harus tetap waspada dalam menjaga anak untuk meminimalisir kasus penculikan. Psikolog Keluarga Anna Surti Ariani pun membeberkan lebih lanjut terkait hal itu. Berikut tipsnya yang bisa Anda praktikkan dalam menjaga anak-anak dari penjahat.Selalu awasi anak dalam kondisi apapunAnda harus sadari bahwa anak adalah tanggung jawab orangtua. Terlebih anak usia balita yang butuh penjagaan ekstra. Anda harus waspada, dengan cara mengetahui apa kegiatan anak, di mana keberadaannya, serta bersama siapa mereka saat bepergian saat tidak bersama Anda.Ajarkan anak supaya ingat namanya sendiriHal kecil yang mesti diajarkan kepada anak adalah mengetahui dan mengingat namanya. Cara ini penting dipraktikkan agar suatu saat jika anak tiba-tiba hilang, dia lapor ke petugas keamanan seperti satpam atau polisi, lalu menyebut namanya dengan mudah.Kenal nama orangtuanyaTak ada salahnya, sejak kecil anak diajarkan untuk mengingat nama orangtuanya. Misalnya nama ayah atau ibunya, agar dia paham. Kalau suatu saat anak terpisah atau mengalami hal lain yang mengkhawatirkan, biasakan anak untuk melapor atau memberi tahu ke petugas. Caranya yakni dengan menyebutkan nama sendiri dan orangtua.