MATATELINGA, Bandar Lampung: Warga pesisir pantai Kota Bandarlampung berduyun-duyun mendatangi lokasi pengungsian di kantor Gubernur Lampung. Berdasarkan pantauan pada Minggu (23/12/2018) pagi, warga terus bergerak untuk mengungsi, baik anak-anak maupun orang dewasa.Bahkan tak sedikit yang membawa barang kebutuhannya seperti kasur, selimut, bantal dan pakaian ganti selama berada di posko pengungsian. Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung, Hamartoni Ahadis mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak mudah percaya atas isu-isu yang menyebutkan akan adanya tsunami di daerah pesisir pantai."Jangan mudah terpercaya bila ada yang mengatakan tsunami akan terjadi. Tetapi harus tetap waspada dan berhati-hati bila terjadi gelombang tinggi susulan," ujarnya, sebagaimana dikutip dari situs Antaranews.Sebanyak tujuh orang warga meninggal dan 89 luka-luka akibat gelombang tinggi air laut di Lampung Selatan, yang terjadi Sabtu sekitar pukul 22.00 WIB."Dampak terparah terjadi di empat kecamatan Lampung Selatan, yakni Kalianda, Rajabasa, Sidomulyo, dan Katibung," kata Kepala BPBD Lampung Selatan, I Ketut Sukerta. Pihaknya akan terus mencari kemungkinan korban lainnya di empat kecamatan tersebut. Menurutnya, sejak tadi malam hingga pagi ini BPBD masih terus mencari dan mengevakusi korban. "Fokus kita diempat kecamatan tersebut," tambahnya.Sementara siaran pers terkini dari Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB) menyatakan dampak tsunami dan gelombang tinggi yang menerjang pantai di Selat Sunda, khususya di daerah Pandenglang, Lampung Selatan dan Serang menyebabkan 43 orang meninggal dunia.Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya diterima menyevutkan, data sementara hingga pukul 07.00 WIB menunjukkan tsunami dan gelombang tinggi telah menyebabkan 43 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka dan dua orang lainnya hilang.BNPB menhimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai saat ini. BMKG dan Badan Geologi BMKG masih melakukan kajian untuk memastikan penyebab tsunami dan kemungkinan susulannya.(Mtc/Okz)