Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Terus Erupsi, BMKG Kerahkan 6 Alat Seismograf Pantau Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Terus Erupsi, BMKG Kerahkan 6 Alat Seismograf Pantau Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Redaksi - Rabu, 26 Desember 2018 06:15 WIB
google
Gunung Anak Krakatau
MATATELINGA, Jakarta: Dalam rangka memantau Gunung Anak Krakatau Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengerahkan enam seismograf atau alat untuk mencatat gempa bumi di sekitar Gunung Anak Krakatau.Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono menyatakan bila enam seismograf yang mulai dioperasikan mulai hari ini itu berada tiga di wilayah Banten dan Lampung. Nantinya, seismograf itu dikerahkan untuk memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih cukup signifikan dan berpotensi bisa timbulkan longsor."Karena itu dengan seismograf yang dimiliki BMKG, dengan mengepung Gunung Anak Krakatau, diharapkan bisa mencatat kalau satu sensor mencatat itu setelah diatur dia akan mengeluarkan alarm," ujar Rahmat di Kantor BMKG, Jakarta, Selasa 25 Desember 2018 malam. Rahmat berujar bila BMKG akan segera memberi peringatan dini tsunami bila seismograf mencatat getaran mencapai 3,4 sampai 3,5 magnitudo. Setelah dirasa aman sekitar satu jam peringatan dini tersebut akan dicabut."Kami berharap tidak menimbulkan kepanikan baru. Lebih baik kita berikan warning, syukur-syukur tidak terjadi tsunami. Kalau satu jam tidak ada tanda-tanda tsunami kami sampaikan bahwa warning tsunami dinyatakan berakhir," jelas dia.Disisi lain, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Ridwan Djamaluddin menjelaskan bila gempa berkisar 3,4 magnitudo itu bukanlah yang secara langsung menjadi pemicu tunggal tsunami di Selat Sunda."Kita hipotesa terbaik yang ada sekarang adalah pemicu tsunami ada longsoran lereng Gunung Anak Krakatau," bebernya.Maka dari itu, Ridwan menghimbau bila ada gempa 3,4 kembali terjadi di krakatau namun tak ada material yang longsor dari Gunung Anak Krakatau maka kemungkinan tak ada tsunami."Jadi kalau pun dia 3,4 magnitudo, kalau material longsor sudah tidak ada, ya tidak ada (tsunami)," ungkap Ridwan Maka dari itu, adanya tsunami itu di Selat Sunda lalu dipicu pergerakan lain, seperti tremor serta cuaca ekstrim."Jadi jangan dipegang seolah-olah kalau 3,4 maka akan ada tsunami, saya mau luruskan itu saja," tuturnya. (Mtc/Okz)

Editor
:
Sumber
: Okezone

Tag:

Berita Terkait

Nasional

BMKG : Sepekan Kedepan Cuaca di Sumatera Utara Dipengaruhi Sirkulasi Siklonik di Samudera Hindia

Nasional

BMKG Minta Nelayan Waspada Gelombabg Tinggi di Perairan Sumut

Nasional

Ini Dia Produk Varian Molto Yang Bisa Anda Dapatkan di Blibli

Nasional

BMKG Belawan Prakiraan Cuaca 6–8 Juni 2026: Waspada Hujan Petir dan Hembusan Angin Kencang

Nasional

Gorontalo dan Sulteng di Guncang Gempa Bumi

Nasional

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?