Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Lawan Kenaikan Tarif Kargo, Asperindo Ancam Hentikan Pengiriman Via Udara

Lawan Kenaikan Tarif Kargo, Asperindo Ancam Hentikan Pengiriman Via Udara

- Kamis, 17 Januari 2019 19:16 WIB
mtc/net
MATATELINGA, Jakarta: Dalam  rangka  mencegah  berbagai  dampak  negatif  lebih  jauh  lagi  akibat  dari kenaikan tarif kargo udara yang diberlakukan berkali - kali oleh pihak maskapai penerbangan, tahun lalu  Asperindo  telah  mengirimkan  surat  resmi  dengan  Nomor  102/DPP-ASPER/X/2018  kepada Menteri  Koordinator  Perekonomian  dengan  tembusan  ke  beberapa kementerian  dan  instansi terkait, termasuk pihak maskapai. Namun, tidak ada tanggapan sama sekali.  

Akibat  kenaikan  tarif  Surat  Muatan  Udara  (SMU),  perusahaan  anggota  Asperindo  sepakat  untuk menyesuaikan tarif pengiriman yang diberlakukan kepada konsumen pada Januari 2019. Dampaknya pun  telah  dirasakan  oleh  masyarakat  sebagai  konsumen,  termasuk  para  pelaku  e-commerce,  dan UKM di seluruh Indonesia.  

Pada Senin (14/1/2019) lalu, Asperindo mengadakan Rapat Pleno pertama di tahun 2019. Rapat Pleno kali ini menjadi Rapat Pleno Akbar karena dihadiri oleh para ketua atau perwakilan DPW Asperindo dari berbagai  daerah  di  seluruh  nusantara,  baik  dari  Sumatera,  Jawa,  Nusa  Tenggara,  Kalimantan, Sulawesi dan Maluku.   Para anggota DPW Asperindo tersebut datang secara langsung ke tempat acara di Gedung  RPX  Jl. Ciputat Raya No.99, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, untuk mengumpulkan data dan informasi detil dari  tiap  wilayah.  

Selain  itu,  beragam  aspirasi  disampaikan  karena  kenaikan  tarif  kargo  udara  ini menimbulkan permasalahan yang berbeda – beda di tiap daerah.  Kenaikan  tarif  kargo  udara  sudah  sangat  menekan  perusahaan  anggota  Asperindo  dari  segi  biaya operasional. Bahkan kenaikan tertinggi mencapai 330% seperti yang terjadi di Sumatera Utara. Oleh karena  itu,  para  anggota  Asperindo  sepakat  untuk  mengambil  langkah  lanjutan  sebagai  bentuk penolakan terhadap kenaikan tarif kargo udara.  

Terkait  dengan  langkah  Asperindo  serta  hasil  kesepakatan  anggota  pada  Rapat  Pleno  Akbar, Sekretaris Jenderal Asperindo, Amir Syarifudin, yang bertindak sebagai pimpinan rapat mengatakan, Asperindo membentuk tim Pokja khusus yang akan fokus menangani permasalahan ini. Kemudian, karena  surat  resmi  ke  tingkat  kementerian  tidak  mendapatkan  tanggapan,  maka  Asperindo  juga sepakat untuk melakukan eskalasi dengan mengirimkan surat resmi langsung kepada Presiden Joko Widodo.

Hal  terakhir  yang  menjadi  kesepakatan  seluruh  anggota  Asperindo  adalah  melakukan  aksi  nyata. "Jika Bapak Presiden pun tidak memberikan perhatian, maka kami akan berupaya maksimal dengan melakukan  aksi  nyata  berupa  melakukan  stop  pengiriman  via  kargo  udara  di  tanggal  dan  jangka waktu  yang  belum  ditentukan.  Tentunya,  dengan  berbagai  pertimbangan  dan  sesuai  dengan peraturan yang berlaku", tegas Amir mewakili aspirasi para peserta Rapat Pleno Akbar. 

Amir  juga  menuturkan  bahwa  langkah  tersebut  semata  –  mata  bertujuan  agar  pemerintah  pusat memberikan  perhatian  khusus  dan  menindaklanjuti  permasalahan  kenaikan  tarif  kargo  udara, karena berlawanan dengan Nawacita Pemerintah yang bertujuan untuk menurunkan biaya logistik.  

"Logistik saat ini bukan hanya terkait jalur laut dan darat, tapi juga udara. Pihak yang terdampak dari kenaikan  tarif  kargo  udara  ini,  bukan  hanya  para  anggota  Asperindo  sebagai  perusahaan  jasa pengiriman ekspres dengan  konsumennya  yang  termasuk  para  UKM  dan  pelaku  e-commerce,  tapi juga industri dengan komoditi berupa perishable goods", jelas Amir.   

Industri  yang  membutuhkan  pendistribusian  cepat  tersebut,  seperti  industri  hasil  laut,  pertanian, dan  sebagainya,  yang  berperan  besar  terhadap  perekonomian,  sehingga  Pemerintah  pusat  sangat diharapkan  perhatiannya.  "Jadi,  seluruh  langkah yang  kami  jalankan  juga  sebagai  dukungan  nyata terhadap seluruh pelaku UKM, e-commerce, dan industri yang bergantung pada pengiriman via jalur udara", pungkasnya.  

Sebelumnya,  dalam  konferensi  pers  yang  diadakan  pada  26  November  2018  lalu,  Ketua  Umum Asperindo  M.  Feriadi  telah  menyampaikan  langkah  –  langkah  para  perusahaaan  jasa  pengiriman ekspres,  pos,  dan  logistik  anggota  Asperindo  menghadapi  kenaikan  tarif  airlines  untuk  angkutan barang ini. Setelahnya para perusahaan anggota Asperindo sepakat untuk menaikan tarif pengiriman atau  ongkos  kirim  di  bulan  Januari  2019, dan memaksimalkan  penggunaan  moda  transportasi lain selain  pesawat  udara,  serta  merencanakan  pengadaan  freighter  atau  pesawat  kargo  yang  dapat digunakan bersama – sama. (mtc/Idham)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Nasional

Polres Labusel Ungkap Kasus Pencurian Ternak, Kapolres Apresiasi Peran Aktif Masyarakat

Nasional

Polres Labusel Peduli Infrastruktur, Aspal Jalan demi Kenyamanan Warga

Nasional

Dua Pemuda Terduga Pengedar Narkoba Diamankan Sat Res Narkoba Polres Labuhanbatu Selatan

Nasional

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Nasional

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga