Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Harga Minyak Meroket Naik ke Tingkat Tertinggi Sepanjang 2019, ini Dampaknya

Harga Minyak Meroket Naik ke Tingkat Tertinggi Sepanjang 2019, ini Dampaknya

Redaksi - Kamis, 21 Februari 2019 09:33 WIB
GOOGLE
Harga minyak naik lebih dari 1% ke tingkat tertinggi tahun ini pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).
MATATELINGA, Jakarta: Harga minyak naik lebih dari 1% ke tingkat tertinggi tahun ini pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Kenaikan harga minyak didorong harapan bahwa pasar minyak akan seimbang tahun ini, dibantu oleh pengurangan produksi dari produsen-produsen utama serta sanksi-sanksi AS terhadap anggota OPEC Iran dan Venezuela.Kekhawatiran pasar atas pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat dan China telah membantu menekan harga minyak lebih rendah pada awal perdagangan, tetapi pasar berbalik setelah tanda-tanda kemajuan muncul pada Rabu (20/02/2019) dan memperkuat pasar ekuitas.Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi dengan China berjalan baik dan menyatakan dia terbuka untuk memperpanjang tenggat waktu guna menyelesaikannya melampaui 1 Maret, ketika tarif impor China senilai USD200 miliar dijadwalkan naik menjadi 25% dari 10%. Patokan internasional, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April naik 63 sen AS atau 0,95%, menjadi menetap di USD67,08 per barel, dilansir oleh wartawan, Kamis (21/2/2019).Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret ditutup di USD56,92 per barel, naik 83 sen AS atau 1,48% menjelang berakhirnya kontrak. Kontrak April yang lebih aktif diselesaikan pada USD57,16 per barel, naik 71 sen AS atau 1,38%.Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lainnya, termasuk Rusia - sebuah aliansi yang dikenal sebagai OPEC+ - sepakat untuk mengurangi pasokan minyak sebesar 1,2 juta barel per hari mulai 1 Januari tahun ini. Sebuah komite pemantauan untuk OPEC dan sekutunya menemukan kepatuhan kelompok dengan perjanjiannya di 83%, empat delegasi mengatakan kepada Reuters pada Rabu (20/02/2019).Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dia berharap pasar minyak akan seimbang pada April, dan tidak akan ada kesenjangan dalam pasokan karena sanksi-sanksi AS terhadap Iran dan Venezuela.Beberapa gangguan pasokan semakin memperketat persediaan. Perusahaan minyak negara Saudi, Aramco, pekan lalu menutup sebagian ladang minyak lepas pantai Safaniyah setelah kabel listrik terputus secara tidak sengaja. Produksi di ladang El Sharara yang diperebutkan Libya telah dihentikan sejak Desember.Sanksi-sanksi AS terhadap Iran dan Venezuela juga telah membantu mengurangi ketersediaan minyak mentah di pasar global. Namun, kenaikan harga minyak dibatasi karena gangguan pasokan itu diimbangi oleh ekspektasi peningkatan persediaan di Amerika Serikat setelah terjadi penurunan tajam dalam pemanfaatan kapasitas kilang di Midwest AS. (Mtc/Okz)

Editor
:
Sumber
: Okezone

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Halte Bus Listrik di Jalan Gatot Subroto: Solusi Transportasi atau Sumber Kemacetan Baru?

Nasional

Macet Hari Ini, Harapan untuk Medan Esok Hari

Nasional

Ini Dia Produk Varian Molto Yang Bisa Anda Dapatkan di Blibli

Nasional

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Nasional

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Nasional

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu