MATATELINGA, Semarang: Aktivitas vulkanis Gunung Merapi terpantau masih tinggi dengan berulangkali menyemburkan awan panas dan asap solfatara. Awan panas terpantau meluncur hingga sejauh 2.000 meter sementara asap solfatara membumbung tinggi hingga 75 meter dari puncak.Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan aktivitas vulkanis Gunung Merapi periode pengamatan 2 Maret 2019 pukul 00.00-24.00 WIB. Status Merapi masih pada level II atau Waspada sejak ditetapkan 21 Mei 2018."Asap solfatara warna putih, intensitas tipis, sedang hingga tebal dengan ketinggian 75 meter di atas puncak. Guguran lava termati sebanyak empat kali arah dominan ke tenggara atau Kali Gendol dengan jarak luncur 850 meter," tulis petugas BPPTKG, dilansir dari akun Twitter @BPPTKG, Minggu (3/3/2019)."Awan panas guguran teramati 10 kali arah dominan tenggara atau Kali Gendol. Untuk jarak luncur maksimum 2.000 meter (2 kilometer)," katanya.Sementara untuk aktivitas kegempaan yang teramati di antaranya 10 kali awan panas guguran, 103 guguran, dan 6 hybrid atau fase banyak. Selain itu, tercatat 2 kali gempa tektonik, 19 embusan, 60 low frequenty, serta 1 vulkanis dangkal. "Masyarakat khususnya yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) III diimbau untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa serta selalu mengikuti informasi aktivitas Merapi. Radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk," katanya."Pemerintah daerah dan masyarakat agar mengantisipasi bahaya abu vulkanik masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi," katanya. (Mtc/Okz)