MATATELINGA, Jakarta: Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto menyebut akan ada jutaan suaranya yang akan dicuri pada perhelatan Pilpres 2019. Juru debat BPN Prabowo-Sandiaga, Ahmad Riza Patria mengatakan, pernyataan itu tidak ditujukan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, melainkan menyasar ke pejabat pemerintahan yang menghalalkan segala cara untuk memenangkan calon petahana."Bukan ke penyelenggara (KPU), justru ini kepada pejabat-pejabat pemerintah yang harusnya memberi contoh ke masyarakat," kata Riza kepada wartawan, Minggu (7/4/2019).Menurut dia, beberapa kepala daerah dan sejumlah menteri diduga melakukan pelanggaran kampanye, tapi tidak mendapatkan hukuman yang setimpal. Hal itu berbanding terbalik jika ada pejabat yang mendukung paslon nomor urut 02 yang langsung diproses dan berujung ke penjara."Itu merusak kepercayaan publik kepada pejabat. Harusnya melindungi masyarakat malah ikut kampanye. Harusnya jadi wasit, malah ikut kampanye. Seharusnya menteri itu kan kasih teladan dan netral," katanya.Sebelumnya, Prabowo mengingatkan kepada para pendukungnya untuk mewaspadai potensi kecurangan di Pilpres 2019. Untuk mengalahkan angka kecurangan, maka Prabowo pun meminta pendukunganya bisa dapat membantunya memenangkan pemilihan presiden dengan selisih besar. "Kita harus menang dengan selisih 25 persen. Karena siap akan dicuri sekian belas persen. Hanya itu, hanya itu, usaha kita," kata Prabowo, di Jakarta, Jumat, 7 April 2019. (Mtc/Okz)