MATATELINGA, Jakarta: Relawan Indonesia Jokowi (Reliji) terus bergerak mengkampanyekan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin di sisa masa kampanye. Mereka mengonsolidasikan para relawan agar blusukan dari pintu ke pintu untuk menangkal hoax terhadap pasangan nomor urut 01."Semakin dekat hari pencoblosan, hoax yang menyerang pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin semakin gencar. Isunya beragam, mulai dari KH Ma'ruf Amin nanti akan digantikan Ahok, Jokowi antek PKI, isu kerusuhan, hingga rakyat akan semakin susah dan Indonesia akan hancur jika Jokowi kembali terpilih," ujar Ketua Umum Kornas Reliji Bursah Zarnubi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/4/2019).Menurut Bursah, para relawan harus aktif mendatangi warga dari rumah ke rumah untuk meluruskan propaganda sesat seperti itu. Reliji menggelar Workshop dan Pelatihan Relawan Kampanye Door to Door wilayah Bogor Raya untuk semakin memasifkan dalam menangkal serangan hoaks ke Jokowi-Ma'ruf. Sekira 500 relawan hadir dan mereka dibekali alat peraga kampanye, berupa brosur "Jokowi Presiden pro Rakyat" dan tabloid Tabayyun. Kegiatan itu juga dihadiri Tim Kampanye Daerah (TKD). Menurut Bursah, para relawan harus aktif mendatangi warga dari rumah ke rumah untuk meluruskan propaganda sesat seperti itu. Reliji menggelar Workshop dan Pelatihan Relawan Kampanye Door to Door wilayah Bogor Raya untuk semakin memasifkan dalam menangkal serangan hoaks ke Jokowi-Ma'ruf.Sekira 500 relawan hadir dan mereka dibekali alat peraga kampanye, berupa brosur "Jokowi Presiden pro Rakyat" dan tabloid Tabayyun. Kegiatan itu juga dihadiri Tim Kampanye Daerah (TKD). Kepemimpinan Jokowi juga diakui dunia, karena dianggap berhasil memadukan demokrasi, Islam, dan moderasi. Selain itu, memiliki komitmen merawat Kebhinekaan Indonesia dan mengayomi semua golongan, serta mampu menjaga politik keamanan Indonesia stabil."Terbukti hasil survei Gallups Law and Order 2018 menobatkan Indonesia sebagai negara teraman ke-9 di dunia. Stabilitas keamanan ini terwujud antara lain karena soliditas Polri-TNI terjaga dengan baik," tutur Bursah.Pada sektor pembangunan, Jokowi sukses mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan. Tujuannya pembangunan yang selama ini Jawa sentris menjadi Indonesia sentris, makanya ia menggenjot pembangunan dari desa dan daerah pinggiran.Menurut Bursah, pembangunan di perdesaan semakin pesat melalui alokasi anggaran dana desa yang terus meningkat setiap tahun. Angka kemiskinan di era Jokowi juga terus turun hingga 9,6 persen pada Agustus 2018, atau angka kemiskinan terendah dalam sejarah Indonesia."Akses masyarakat kecil terhadap pendidikan dan kesehatan juga semakin baik melalui program wajib belajar 12 tahun, Kartu Indonesia Pintar, program jaminan kesehatan nasional, dan kartu Indonesia sehat," kata Bursah.Bursah semakin meyakini dari torehan kerja nyata, Jokowi layak untuk kembali melanjutkan pemerintahan dua periode. (Mtc/Okz)