MATATELINGA, Jakarta: Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menjelaskan setelah melakukan pemutakhiran kekuatan gempa di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah berkekuatan magnitudo 6,8. Sebelumnya dikabarkan magnitudo 6,9."Dilakukan pemutakhiran kekuatan gempa menjadi magnitudo 6,8," ujar Dwikorita di Kantor BMKG, Jakarta Pusat, Jum'at (12/4/2019) malam.Dwikorita pun juga sedikit merinci terjadinya gempa bumi, yakni diakibatkan oleh adanya pergerakan sesar lokal. Hal itu diketahui setelah melakukan analisis mekanisme pascagempa berlangsung."Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal aktivitas sesar lokal," ujar Dwikorita."Gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan mendatar (strike slip)," imbuhnya.Sebelumnya diketahui, gempa dengan magnitudo 6,9 di Banggai Kepulauan Sulawesi Tengah (Sulteng) pada pukul 18.40 WIB. BMKG telah mencabut peringatan dini tsunami. (Mtc/Okz)