Usai Erupsi, Begini Status Gunung Agung

Redaksi - Selasa, 23 April 2019 09:30 WIB
GOOGLE
Ilustrasi
MATATELINGA, Bali: Gunung Agung, mengalami erupsi sebanyak dua kali, pada Minggu 21 April 2019. Erupsi yang terjadi cukup besar dengan ketinggian kolom abu setinggi 2.000 sampai 3.000 meter di puncak.Kondisi itu sempat membuat warga di lerang Gunung Agung mengungsi. Kendati, mengalami erupsi dua kali beruntun dalam sehari, akan tetapi belum ada indikasi untuk menaikkan ke status ke level IV (Awas).Menurut Kepala PVMBG Kasbani, Gunung Agung masih berada di level III (Siaga) dan masih sangat berpotensi terjadinya erupsi. Hanya saja, jangkauan radius bahaya masih di dalam radius 4 kilometer."Lontaran lava pijar masih di dalam radius 4 km. Jadi, masyarakat tetap waspada dampak abu vulkanik," kata Kasbani.Kasbani menambahkan, melihat dari data seismik, kalau aktivitas Gunung Agung masih didominasi oleh gempa-gempa dengan konten frekuensi rendah yang mencerminkan aktivitas aliran fluida di kedalaman dangkal, berupa gempa hembusan dan sesekali gempa letuasan. Jelas Kasbani, secara deformasi mengalami deflasi (penggembungan) maupun inflasi (pengempisan).Volume magma yang bergerak di bawah permukaan teramati masih dengan jumlah kecil sekitar 1 juta meter kubik. Sementara, untuk magma di kawah sekitar 20 juta meter kubik.Hal itu mengindikasikan, aktivitas Gunung Agung masih belum stabil, sehingga masih berpotensi untuk terjadinya erupsi skala kecil."Untuk saat ini belum ada mengarah untuk terjadinya erupsi yang lebih besar. Erupsi yang terjadi zona bahayanya masih sesuai dengan rekomendasi PVMBG yakni 4 kilometer, sehingga sampai saat ini status masih tetap berada di level III (Siaga). Sementara untuk VONA penerbangan sempat dinaikan saat erupsi kemarin dari orange ke merah. Tapi, sekarang karena erupsinya tidak menerus VONA kembali diturunkan menjadi orange," urainya. Lebih lanjut, dia mengatakan, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat di lerang Gunung Agung tidak perlu panik dan tetap meningkatkan kewaspadaan. Termasuk, diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pendakian ke puncak Gunung Agung karena itu sangat membahayangan keselamatan."Kita tetap mengimbau tidak ada aktivitas di radius 4 km. Temasuk kita imbau aktivitas pendakian puncak. Karena bila terkena lontaran lava pijar, itu akan sangat membahayakan keselamatan jiwa. Termasuk warga di lereng Gunung Agung juga menyiapkan amsker sebagai betuk antisifasi bila hujan abu," ucap Kasbani. (Mtc/Okz)

Editor
:
Sumber
: Okezone

Tag:

Berita Terkait

Nasional

15 Tahun Matatelinga : Sampai Hari Ini Kami Masih Setia Menjadi Penyampai Informasi Aktual dan Terpercaya

Nasional

Irjen TNI Berikan Briefing kepada Pati Mabes TNI Bahas Berbagai Isu Terkini

Nasional

Jangan Lewatkan Pertandingan Arsenal vs Manchester City di Community Shield

Nasional

Gaya Hidup Sehat Remaja: Kunci Menciptakan Generasi yang Produktif dan Berkualitas

Nasional

Membangun Manusia, Bukan Sekadar Infrastruktur

Nasional

Halte Bus Listrik di Jalan Gatot Subroto: Solusi Transportasi atau Sumber Kemacetan Baru?